5 Sampah Dapur yang Bisa Jadi Penyubur Tanaman

sampah dapur, penyubur tanaman, pupuk, kulit pisang, kulit jeruk, air rebusan, cangkang telur, ampas kopi

sampah dapur, penyubur tanaman, pupuk, kulit pisang, kulit jeruk, air rebusan, cangkang telur, ampas kopi

Pemerintah masih terus mengevaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia. Untuk wilayah Jawa sendiri, PPKM level 4 diterapkan hingga 2 Agustus 2021. Dampaknya, masyarakat masih harus melaksanakan mayoritas kegiatannya di rumah. Selama di rumah, keahlian apa saja nih yang sudah Anda kembangkan? Pastilah kemampuan memasak dan bercocok tanam menjadi dua dari sekian keahlian yang berkembang selama di rumah aja. Nah, tahukah Anda kalau beberapa sampah dapur bisa digunakan sebagai penyubur tanaman?

Merujuk dari idntimes.com, berikut 5 sampah dapur yang bisa menjadi penyubur tanaman. Anda musti coba nih.

 

  • Ampas Kopi

Bubuk kopi mengandung beberapa unsur esensial dalam jumlah yang baik, seperti nitrogen, kalium, fosfor, dan nutrisi mikro lainnya yang mendorong pertumbuhan tanaman yang sehat. Kopi dapat dimasukkan langsung ke dalam tanah atau diolah ke tempat sampah kompos terlebih dahulu. Kopi juga bisa ditaburkan di sekitar tanaman untuk mencegah siput. Selain itu, kopi juga dapat digunakan untuk membuat larutan penyiraman kaya nitrogen.

  • Kulit Pisang

Pisang dikenal karena tingginya kandungan kalium yang penting bagi kesehatan. Kulit pisang bisa memberikan manfaat bagi semua tanaman yang sedang tumbuh karena kandungan kalium, fosfor, dan mikronutrien lainnya. Untuk diterapkan pada tanaman, kulit pisang bisa direndam dalam air selama beberapa hari lalu airnya digunakan untuk menyiram tanaman. Kulit pisang pun bisa dipotong dadu, dikeringkan, dan dibiarkan membusuk di sekitar pangkal tanaman. Nantinya, kulit pisang akan melepaskan nutrisi seiring waktu yang penting bagi tanaman.

  • Kulit Jeruk

Kulit jeruk sudah lama dikenal memiliki banyak manfaat, termasuk bagi kebun. Belah kulit jeruk menjadi dua bagian. Potongan kulit ini bisa digunakan sebagai pot bibit biodegradable yang bagus untuk pembibitan. Jika tidak, potong dadu kulit jeruk dan keringkan. Setelah itu, taburkan kulit jeruk di sekitar taman untuk membantu mencegah kucing menggunakan area tersebut untuk buang kotoran. Anda juga bisa menguburkan potongan-potongan kecil kulit jeruk di sekitar tanaman dan taburkan parutan kulit jeruk di sekitar tanaman untuk mengusir kutu daun serta semut.

  • Cangkang Telur

Telur menjadi bahan makanan ekonomis dan praktis sehingga hampir selalu ada di setiap dapur. Selain itu, cangkang telur ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai kompos. Keringkan terlebih dahulu cangkang telur selama 1 atau 2 hari untuk menghilangkan bau, lalu haluskan dengan blender atau giling kasar untuk mengubahnya menjadi bubuk dan tambahkan ke campuran pengomposan.

  • Air Bekas Rebusan/Pengukusan

Air bekas rebusan/pengukusan sayuran juga bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman. Simpan air yang sudah digunakan untuk mengukus atau merebus dan biarkan hingga dingin. Setelah air mendingin, tuangkan air ini ke tanaman untuk menyuburkannya. Anda juga bisa melakukan hal yang sama dengan air bekas untuk merebus telur.

*****

Rupanya sampah-sampah dapur di atas masih bisa berguna ya! Nah jadi kalau Anda punya sampah kulit pisang, kulit jeruk, atau air bekas rebusan sayur, bisa nih untuk dijadikan penyubur tanaman. Lalu kalau sudah kehabisan buah dan sayur, waktunya belanja #DariRumah pakai Titipku. Tinggal pesan, bayar, lalu tunggu Jatiper datang mengantarkan pesanan. Praktis dan mudah tentunya. Yuk download Titipku sekarang!

Tinggalkan Balasan