Apa Jadinya Kalau Tubuh Kekurangan Garam

Garam sudah jadi kebutuhan dapur dan memasak yang tidak dapat dihindari. Masakan tanpa garam, rasanya akan terasa sangat hambar. Mengonsumsi garam setiap hari sangat direkomendasikan karena mengandung natrium, sumber elektrolit penting bagi tubuh. 

Mengonsumsi terlalu banyak garam memang mendatangkan penyakit seperti tekanan darah tinggi. Karena itulah penderita hipertensi dianjurkan untuk mengurangi atau melakukan diet makanan asin. Dalam beberapa kondisi tubuh tertentu, mengurangi konsumsi garam memang diperlukan. Namun, bagi tubuh yang sehat dan normal, membatasi konsumsi garam secara berlebihan sama berbahanya dengan mengonsumsi garam yang terlalu banyak. Berikut adalah bahaya mengurangi konsumsi garam menurut artikel dari Nakita.grid.id

 

Meningkatkan Resistensi Insulin

Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh tidak dapat mengolah dan menggunakan gula darah dengan baik karena terganggunya respon sel tubuh terhadap hormon insulin. Resistensi insulin merupakan salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. 

Hal ini juga didukung oleh sebuah penelitian. Penelitian ini diujicobakan ke 152 orang sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi insulin meningkat setelah hanya 7 hari dengan diet rendah sodium.

Baca Juga: Mbah Diyo Pedagang Garam Pasar Kolombo, Sudah Banyak Makan Garam

Meningkatkan Resiko Kematian karena Gagal Jantung

Kekurangan natrium dalam tubuh juga dapat meningkatkan resiko gagal jantung. Gagal jantung merupakan kondisi tubuh ketika jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan darah dan oksigen. Gagal jantung bukan berarti jantung tubuh berhenti bekerja seluruhnya, namun itu tetap merupakan penyakit serius. 

Hal ini cukup berbahaya karena orang-orang dengan riwayat gagal jantung biasanya  disarankan untuk mengurangi konsumsi natrium. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter tentang jumlah natrium yang harus dikonsumsi setiap harinya.

Meningkatkan Kolesterol dan Trigliserida LDL

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk peningkatan kolesterol LDL dan trigliserida. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa diet rendah sodium dapat meningkatkan kolesterol LDL dan kadar trigliserida.

Dalam sebuah studi review tahun 2003 tentang orang sehat, diet rendah sodium menyebabkan 4,6% peningkatan kolesterol LDL dan 5,9% peningkatan trigliserida. Ulasan yang lebih baru melaporkan peningkatan 2,5% dalam kolesterol dan peningkatan 7% dalam trigliserida.

Hiponatremia

Hiponatremia adalah kondisi tubuh yang kadar natriumnya lebih rendah dari biasanya. Natrium dalam tubuh memiliki beberapa fungsi penting seperti menjaga dan mengatur kadar air dalam tubuh, menjaga tekanan darah, dan mengatur sistem saraf dan otot. Garam yang banyak mengandung natrium, jika dikonsumsi sangat sedikit, dapat menyebabkan hiponatremia. 

Hiponatremia cenderung dialami oleh orang dewasa dan atlet. Orang dewasa lebih sering terkena penyakit dan mengonsumsi obat yang dapat menurunkan kadar natrium dalam darah. Sedangkan atlet biasanya terlalu banyak meminum air putih ketika berolahraga keras. Meminum air putih saja tidak dapat menggantikan elektrolit tubuh yang hilang melalui keringat. Mengurangi konsumsi natrium akan memperparah kondisi ini. 

*****

Nah, terlalu sedikit mengonsumsi garam sama bahayanya dengan terlalu banyak mengonsumsi garam, kan? Kalau kamu suka banget makanan asin, sebaiknya batasi makanan asin yang kamu lahap ya! Umumnya konsumsi natrium yang dibutuhkan tubuh sekitar 1500-2000mg per hari. 

Menjaga kesehatan tidak hanya lewat asupan natrium saja lho! Mengonsumsi buah, sayur, dan daging juga sama pentingnya. Supaya belanja lebih mudah dan hemat, lewat Titipku aja! Belanja di pasar terdekat dari rumah bisa banget lewat Aplikasi Titipku. Kebetulan, lagi ada promo Diskon 20% (Maksimal diskon Rp50.000) saat ini, jadi bisa buat belanjaanmu makin murah!

Cara menggunakan promo ini cukup mudah. Kamu tinggla masukkan saja Kode Promo: ASIK20 saat hendak checkout di kolom promo yang tersedia. Jika kamu masih mengalami kebingungan, kamu bisa cek video tutorial belanja yang ada di Youtube Titipku atau Instagram Titipku.

Download aplikasi Titipku sekarang!

Garam sudah jadi kebutuhan dapur dan memasak yang tidak dapat dihindari. Masakan tanpa garam, rasanya akan terasa sangat hambar. Mengonsumsi garam setiap hari sangat direkomendasikan karena mengandung natrium, sumber elektrolit penting bagi tubuh. 

Mengonsumsi terlalu banyak garam memang mendatangkan penyakit seperti tekanan darah tinggi. Karena itulah penderita hipertensi dianjurkan untuk mengurangi atau melakukan diet makanan asin. Dalam beberapa kondisi tubuh tertentu, mengurangi konsumsi garam memang diperlukan. Namun, bagi tubuh yang sehat dan normal, membatasi konsumsi garam secara berlebihan sama berbahanya dengan mengonsumsi garam yang terlalu banyak. Berikut adalah bahaya mengurangi konsumsi garam menurut artikel dari Nakita.grid.id

 

Meningkatkan Resistensi Insulin

Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh tidak dapat mengolah dan menggunakan gula darah dengan baik karena terganggunya respon sel tubuh terhadap hormon insulin. Resistensi insulin merupakan salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. 

Hal ini juga didukung oleh sebuah penelitian. Penelitian ini diujicobakan ke 152 orang sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi insulin meningkat setelah hanya 7 hari dengan diet rendah sodium.

Baca Juga: Mbah Diyo Pedagang Garam Pasar Kolombo, Sudah Banyak Makan Garam

Meningkatkan Resiko Kematian karena Gagal Jantung

Kekurangan natrium dalam tubuh juga dapat meningkatkan resiko gagal jantung. Gagal jantung merupakan kondisi tubuh ketika jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan darah dan oksigen. Gagal jantung bukan berarti jantung tubuh berhenti bekerja seluruhnya, namun itu tetap merupakan penyakit serius. 

Hal ini cukup berbahaya karena orang-orang dengan riwayat gagal jantung biasanya  disarankan untuk mengurangi konsumsi natrium. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter tentang jumlah natrium yang harus dikonsumsi setiap harinya.

Meningkatkan Kolesterol dan Trigliserida LDL

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk peningkatan kolesterol LDL dan trigliserida. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa diet rendah sodium dapat meningkatkan kolesterol LDL dan kadar trigliserida.

Dalam sebuah studi review tahun 2003 tentang orang sehat, diet rendah sodium menyebabkan 4,6% peningkatan kolesterol LDL dan 5,9% peningkatan trigliserida. Ulasan yang lebih baru melaporkan peningkatan 2,5% dalam kolesterol dan peningkatan 7% dalam trigliserida.

Hiponatremia

Hiponatremia adalah kondisi tubuh yang kadar natriumnya lebih rendah dari biasanya. Natrium dalam tubuh memiliki beberapa fungsi penting seperti menjaga dan mengatur kadar air dalam tubuh, menjaga tekanan darah, dan mengatur sistem saraf dan otot. Garam yang banyak mengandung natrium, jika dikonsumsi sangat sedikit, dapat menyebabkan hiponatremia. 

Hiponatremia cenderung dialami oleh orang dewasa dan atlet. Orang dewasa lebih sering terkena penyakit dan mengonsumsi obat yang dapat menurunkan kadar natrium dalam darah. Sedangkan atlet biasanya terlalu banyak meminum air putih ketika berolahraga keras. Meminum air putih saja tidak dapat menggantikan elektrolit tubuh yang hilang melalui keringat. Mengurangi konsumsi natrium akan memperparah kondisi ini. 

*****

Nah, terlalu sedikit mengonsumsi garam sama bahayanya dengan terlalu banyak mengonsumsi garam, kan? Kalau kamu suka banget makanan asin, sebaiknya batasi makanan asin yang kamu lahap ya! Umumnya konsumsi natrium yang dibutuhkan tubuh sekitar 1500-2000mg per hari. 

Menjaga kesehatan tidak hanya lewat asupan natrium saja lho! Mengonsumsi buah, sayur, dan daging juga sama pentingnya. Supaya belanja lebih mudah dan hemat, lewat Titipku aja! Belanja di pasar terdekat dari rumah bisa banget lewat Aplikasi Titipku. Kebetulan, lagi ada promo Diskon 20% (Maksimal diskon Rp50.000) saat ini, jadi bisa buat belanjaanmu makin murah!

Cara menggunakan promo ini cukup mudah. Kamu tinggla masukkan saja Kode Promo: ASIK20 saat hendak checkout di kolom promo yang tersedia. Jika kamu masih mengalami kebingungan, kamu bisa cek video tutorial belanja yang ada di Youtube Titipku atau Instagram Titipku.

Download aplikasi Titipku sekarang!

Tinggalkan Balasan