Assyfa Fried Chicken si Crispy, Murah dan Mengenyangkan

Titipku – Pak Asep dan Bu Isrowati mulai usaha jual makanan sejak 2015. Sejak awal usaha, pasangan suami istri tersebut menjual ayam goreng crispy. Sebelum mendirikan usaha, Pak Asep merupakan seorang karyawan di salah satu UKM ayam goreng crispy. Berdasarkan 5 tahun pengalaman kerja di tempat tersebut lah, beliau memiliki keterampilan membuat dan menjual olahan ayam kekinian yang disukai semua usia dan kalangan.

Motivasi Pak Asep berhenti menjadi karyawan dan memilih buka usaha adalah ingin memajukan ekonomi keluarga. Sebelum usaha berjalan, Pak Asep dan istri mencari lokasi strategis terlebih dahulu. Mereka mendatangi lokasi yang diusulkan oleh salah satu anggota keluarga yaitu di dekat Pasar Kota Banjar. Setelah bertemu pemilik lokasi dan merasa cocok, dimulailah usaha ayam goreng crispy menggunakan gerobak dan sewa lahan pinggir jalan raya di samping pasar. Beruntung, lokasi usaha tersebut berdekatan dengan tempat tinggal.

Pak Asep dan Bu Isrowati berbagi tugas dalam menjalankan usaha. Bu Isrowati bertugas membeli ayam, membuat bumbu dan berjualan dari siang sampai sore. Sedangkan Pak Asep bertugas menggoreng ayam dan berjualan dari pagi sampai siang. Usaha jual ayam dilakukan dari pukul 09.00 sampai 18.00 WIB.

Suka Duka

Salah satu keuntungan dalam menjalankan usaha adalah jam kerja flexible, apalagi jualan dilakukan secara bergantian dengan pasangan sehingga dapat bergantian menjaga dua orang anak yang duduk di bangku SD dan TK. Sementara, ketika hujanlah mereka cukup terhambat karena tempat berjualan tidak permanen yaitu bagian atas hanya ditutup tenda. Pada saat hujan, selain tempat berjualan basah, pembeli pun sedikit.

Adapun kendala yang dialami adalah sulit mendapatkan karyawan loyal. Pada saat anak-anak Pak Asep dan Bu Isrowati masih kecil, mereka beberapa kali berganti karyawan. Karyawan-karyawan tersebut hanya bertahan bekerja selama 6 bulan. Hal tersebut mengakibatkan Pak Asep dan Bu Isrowati membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk mencari karyawan pengganti.

“Untuk orang yang tidak berani langsung membuka usaha, jangan malu untuk belajar terlebih dahulu sebagai seorang karyawan. Berikan waktu kepada diri sendiri untuk mengumpulkan ilmu, koneksi dan modal. Hanya saja, jangan terlalu lama. Ayo segera dimulai.”

Larisi UMKM Ini via Aplikasi Titipku!

Jutaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) selalu berharap usahanya bisa terus berkembang. Yuk larisi usaha mereka dengan membelinya melalui Aplikasi Titipku!

Artikel ini ditulis oleh : Ita Dwi Kustikasari
Direview oleh : Susi Setya

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

Tinggalkan Balasan