Berawal Dari Usaha Mebel 6 Tahun Hingga Merintis Klakat Dimsum

Titipku – Parjiono, salah seorang penjual mebel keliling yang akhirnya merintis usahanya sendiri bersama sang istri kini menuai buah ketelatenannya. Ia yang sehari-seharinya berjualan mebel kayu yakni pintu, rela berpanas-panas dan menenteng pintu-pintu kayunya dari satu tempat ke tempat lain.

Pak Parjiono dan istri, pembuat klakat dimsum

Sudah dua tempat ia jadikan untuk berjualan yakni di Jakarta selama 3 tahun dan Bekasi selama 3 tahun. Berawal dari membeli dari pengrajin mebel, Parjiono kemudian menjajakan pintu-pintu mebelnya bersama paman di dua kota tersebut. Karena banyaknya persaingan, akhirnya ia memutuskan untuk memilih membuka usaha baru. Berkolaborasi bersama sang istri, Nursidah, setiap hari keduanya berkutat dengan kerajinan anyaman bambu yakni klakat dimsum yang diproduksi di rumah.

Apa itu Klakat Dimsum?

Klakat dimsum merupakan kerajinan tangan berbentuk bulat layaknya piring disertai tutupnya yang terbuat dari bambu. Klakat ini hampir serupa dengan tampah yang biasa digunakan untuk mengayak beras bahkan menjemur padi. Diameter tampah ini cukup besar.

Awalnya, keluarga Parjiono mewarisi keterampilan untuk membuat tampah dari orang tua. Namun, lambat laun ia melakukan inovasi dengan memodifikasi bentuk-bentuk dari tampah menjadi tompo dan klakat dimsum. Klakat ini lebih kecil dari tampah paling kecil 13 cm. Model utamanya hanya satu variasi namun tersedia berbagai ukuran antara lain 13,15,18,20,25,30,40,50-60 dan tergantung pesanan. 

klakat dimsum parjiono, klakat dimsum,
kerajinan bambu, klakat dimsum Parijono

Pembuatan klakat dimsum memerlukan ketelatenan. Berawal dari mencari bambu kemudian dipotong-potong dan disisik biar halus lalu dibentuk sesuai ukuran. Untuk menghasilkan warna cokelat menarik dan tahan lama, klakat ini harus dikukus. Pencarian bambu inilah yang terkadang menjadi kendala dari Parjiono beserta istri. Tidak dapat dipungkiri, jika mengambil bambu dari lahan sendiri lama kelamaan akan habis mengingat banyaknya pesanan yang terus datang. Akhirnya, ia memutuskan untuk membeli bambu dari luar.

Klakat Dimsum Parjiono

Setiap minggu Parjiono bersama Nursidah mampu memproduksi klakat dimsum sekitar 50 set. Sebuah karya yang tidak terbilang sedikit mengingat hanya dikerjakan berdua.  Bahkan dalam satu bulan ia mampu menyetor ke pengepul sebanyak 3x. Untungnya, Klakat Dimsum Parjiono ini sudah memiliki beberapa pengepul yang selalu melakukan pemesanan setiap minggunya. Para pengepul memesan bergantung pada kebutuhan sehingga tidak tentu ukuran berapa yang mereka butuhkan. Walaupun permintaan pengepul berbeda-beda, Bapak satu anak ini tetap memenuhi permintaan para pengepul kerajinannya.

Keuletan dan ketekunan merupakan dua aspek yang dibutuhkan oleh seorang pengrajin. Bagaimana tidak, setiap hari pengrajin harus membuat kerajinan dengan bentuk yang sebagaimana mestinya dan bahkan dikejar oleh waktu karena banyaknya pesanan. Namun, hal tersebutlah yang menjadi ciri khas dari para pengrajin. Untuk membuat klakat tentunya memakan waktu yang tidak singkat.

Bahkan, ketika ditemui oleh Titipku, sang istri mengatakan bahwa setiap buka mata di pagi hari mereka langsung mengerjakan pesanan para pengepul. Jadi, setiap waktu yang ada mereka gunakan untuk bergulat dengan karyanya. Uniknya,  membuat klakat di malam hari akan lebih efektif dan efisien karena tidak ada aktivitas lain layaknya di siang hari. Produktivitas di malam hari ini juga lebih meningkat daripada siang atau sore hari. Sehingga, Parjiono dan istri lebih memilih waktu malam hari atau pagi-pagi buta setiap bangun tidur untuk membuat klakat dimsum.

Menjadi produsen memang menjadi kebanggaan tersendiri karena berhasil menjadi perintis usaha. Namun, keuntungan yang diraup tidak sebanyak sebagaimana para pengepul yang kemudian memasarkannya ke konsumen.

Tidak cukup jika hanya mengandalkan para pengepul setiap harinya, produsen juga harus mempunyai pasar yang luas sehingga ia perlu untuk mengetahui strategi pemasaran yang efektif dan menjangkau ke seluruh kalangan di seluruh dunia ini. Akhirnya Parjiono dan istri memilih Titipku sebagai partner bisnis dalam mengepakkan sayapnya. Melalui Aplikasi Titipku, informasi-informasi terkait produk dapat tersebar dengan luas. Pemasaran produk menjadi terdigitalisasi dengan mengunggahnya melalui aplikasi tersebut.

Kamu mau berkontribusi untuk memajukan UMKM yang tengah berkembang di masyarakat? Ayo bantu mereka menembus pasar digital melalui Aplikasi Titipku! Unduh aplikasinya di Playstore atau klik link ini dan jadilah pahlawan UMKM yang ada di sekitarmu.

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

Tinggalkan Balasan