Berbuka dengan yang Manis, Ternyata Tidak Bisa Sembarangan, Lho!

Titipku – Memasuki bulan puasa meskipun di tengah pandemi, tidak menurunkan semangat masyarakat Indonesia. Meskipun berpuasa tidak hanya menahan lapar, momen berbuka puasa sangatlah ditunggu setiap harinya. Setelah seharian berpuasa, berbuka puasa dengan minuman manis seperti sepertinya sangat nikmat. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa hal tersebut sebenarnya tidak disarankan karena berdampak buruk bagi kesehatan?

Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari cairan. Selama berpuasa, cairan tersebut tentu banyak berkurang. Sehingga, berbuka puasa yang dianjurkan adalah minum kurang lebih dua gelas air putih untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Setelah minum air putih, kamu dibolehkan untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis. Tapi, tidak semua makanan dan minuman manis dianjurkan lho. Ini alasannya:

Makanan dan Minuman Manis Mengembalikan Kadar Gula Darah

Gula darah merupakan sumber energi utama bagi tubuh kita. Selepas sahur, cadangan gula darah yang ada di dalam tubuh terus berkurang karena tidak mendapat asupan makanan lain. Itulah sebabnya kamu merasa cepat lelah dan mengantuk selama puasa. Menu berbuka yang tepat, selain untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, juga harus mampu mengembalikan kadar gula darah dalam tubuh. Cek juga tips makanan sahur agar tidak lemas selama puasa.

Meskipun gula mampu meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh secara cepat, terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis seperti teh hangat dan pisang goreng saat berbuka tidak dapat menggantikan nutrisi dan vitamin yang hilang selama berpuasa. Makanan dan minuman tersebut justru malah dapat menurunkan kadar gula darah, sehingga membuat kamu merasa lelah dan mengantuk setelah berbuka. 

Konsumsi Gula Murni

Yang dimaksud gula murni bukan gula pasir ya. Gula murni dapat kamu temui di buah-buahan segar, kurma, atau madu. Konsumsi gula tambahan yang terlalu banyak saat berbuka dapat menyebabkan lonjakan kalori dan gula yang mengakibatkan kenaikan berat badan bahkan saat berpuasa. Untuk itu, setelah minum air putih saat berbuka, makanlah buah segar terlebih dahulu untuk menaikkan kadar gula darah dalam tubuh. Untuk variasi, kamu bisa mengolah buah menjadi jus tanpa memberikan gula tambahan. 

Kamu juga bisa mengombinasikan buah dengan susu dan yogurt untuk membuat smoothies. Jika kamu ingin memberikan rasa manis, gunakan madu sebagai tambahan. Tidak dianjurkan bukan berarti tidak boleh sama sekali ya.

Menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi menjadi kesulitan bagi beberapa orang. Dampak dari virus korona sangat luas, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah, khususnya pelaku UMKM. Untuk itu, Titipku berkolaborasi dengan Kitabisa untuk mengadakan Donasi 10.000 Paket Sembako untuk UMKM dan keluarga kurang mampu di Indonesia. Di tengah-tengah masa sulit seperti ini, sudah selayaknya kita saling membantu orang-orang yang terkena dampak dari COVID-19. 

Kamu bisa ikut membantu donasi dengan klik di sini. Yuk bantu UMKM Indonesia lawan COVID-19!

Tinggalkan Balasan