Bingung Cari Modal untuk Buka Usaha? Simak 3 Cara Dapatkan Modal UMKM

oleh oleh aceh makanan,, oleh oleh aceh kekinian, oleh oleh aceh tamiang, oleh oleh aceh online, oleh oleh aceh singkil, oleh oleh aceh selatan, oleh oleh aceh di medan, oleh oleh khas aceh selain makanan, oleh dari aceh, oleh oleh aksesoris khas aceh, pusat oleh oleh banda aceh,, toko oleh oleh banda aceh, oleh oleh dari banda aceh, oleh oleh di banda aceh, oleh oleh kekinian banda aceh, cut aceh oleh oleh, oleh oleh cemilan khas aceh, cut aceh oleh oleh mp3,, oleh oleh khas aceh di jakarta, toko oleh oleh khas aceh di medan, harga oleh oleh khas aceh, jual oleh oleh khas aceh, jual oleh oleh banda aceh, oleh oleh khas aceh jaya,, oleh-oleh khas langsa aceh, oleh oleh makanan dari aceh, oleh oleh makanan banda aceh, oleh oleh makanan ringan khas aceh, pusat oleh oleh khas aceh, pusat oleh oleh di aceh, oleh oleh sabang aceh, oleh oleh khas aceh selatan, oleh oleh khas sabang aceh, oleh oleh souvenir khas aceh, oleh oleh khas aceh takengon, oleh oleh khas aceh timur, oleh oleh tas khas aceh,

Titipku -Membangun usaha tampaknya bukan hal sulit bagi beberapa orang. Terlebih jika kamu memiliki jiwa atau passion untuk menjadi seorang pebisnis.

Namun banyak kendala yang menghalangi seseorang untuk memulai bisnisnya. Seperti permasalah modal yang menjadi momok besar bagi pelaku usaha, terlebih usaha UMKM.

ngemil sehat, jajanan sehat, makanan sehat, makanan jaman now, camilan enak, camilan sehat,
Almond Factory

Ternyata momok itu bisa kamu hilangkan, karena banyak ide-ide untuk mencari modal usaha UMKM. Nggak percaya?

Berikut tiga alternatif mencari modal usaha UMKM Indonesia:

  1. Kementerian UKM dan Koperasi

Ternyata pemerintah RI melalui kementerian UKM dan Koperasi serius dalam membangkitkan atmosfer UMKM di Indonesia lho. Tujuannya yaitu pelaku UMKM memiliki nilai potensial yang tinggi.

Kementrian UKM dan koperasi memiliki lembaga yang khusus mengurusi penyaluran dana untuk UMKM, yakni Lembaga Pengelola Dana Bergulir, LPDB. Bagi setiap UMKM yang berhasil lolos verifikasi akan mendapatkan dana bantuan modal senilai Rp 25 juta. 

Syarat mendapatkan bantuan ini adalah sudah memiliki usaha yang sudah berjalan aktif. Jadi ini bukan bantuan usaha awal mendirikan, tetapi bantuan untuk pengembangan usaha. Semua bidang UMKM bisa mendapatkan bantuan tak terkecuali dunia usaha digital atau online.

  1. Crowdfunding

Bagi kaum milenial, crowdfunding sepertinya sudah tak asing lagi ya. Program crowdfunding adalah metode pendanaan untuk proyek atau unit usaha yang melibatkan masyarakat secara luas. Di Indonesia, konsep crowdfunding sudah cukup dikenal luas dan sudah ada yang menggunakannya, terutama hal hal yang sifatnya sosial. 

Namun crowdfunding juga menyasar ke pelaku UMKM yang kesulitan dalam pengembangannya. Untuk mendapatkannya, silakan kunjungi salah satu situs penyedia dana crowdfunding.

  1. Startup dari Bekraf

Sama seperti poin nomer satu, program Bekraf merupakan program dari pemerintah yang menyediakan modal usaha gratis bagi pelaku ekonomi kreatif di bidang digital, developer game dan kuliner.

BEKRAF merupakan  Badan Ekonomi Kreatif non kementerian yang bertanggung jawab terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Bekraf  bertugas membantu pemerintah dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif sesuai perkembangan dan situasi aktual. 

Penyaluran dana menggunakan skema BIP, atau Bantuan insentif Pemerintah. BIP merupakan skema pemberian bantuan dana non perbankan berupa penambahan modal kerja dan/atau investasi aktiva tetap. Tertarik silakan kunjungi bekraf.go.id untuk keterangan lebih lanjut.

Jika kamu ingin membuka atau telah menjalankan usaha kuliner, jangan lupa menggunakan kemasan yang berstandar mutu foodgrade. Tau nggak sih, Titipku menjual kemasan foodgrade yang pastinya aman untuk menjadi kemasan produk kulinermu.

Kamu bisa membelinya di aplikasi Titipku. Yuk beli kemasan aman berlabel foodgrade di sini.

Sumber: https://panduanbank.com/modal-usaha-gratis-untuk-umkm/

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

Tinggalkan Balasan