Budaya Makan Rendang Saat Idul Qurban

resep membuat rendang, cara membuat rendang yang empuk, tips agar rendang menjadi empuk, supaya rendang bisa empuk, cara memasak rendang sapi, cara membuat rendang sapi enak, cara membuat rendang sapi yang empuk, cara membuat rendang sapi simpel,

Titipku – Momen lebaran identik dengan suasana keceriaan berkumpulnya para sanak saudara untuk tetap menyambung tali silaturahmi. Momen ini dicirikan dengan disediakannya berbagai macam camilan dan juga makanan berat untuk menjamu anggota keluarga maupun para tamu yang datang.

Jika idul fitri identik dengan ketupat dan opor, maka di idul adha tentunya ada menu spesial yang legendaris andalan keluarga yaitu rendang. Masakan satu ini memang jarang terlewatkan pada sajian menu lebaran yang ditata rapi di meja makan. Rendang merupakan salah satu olahan yang berbahan dasar daging tentunya dengan dibumbui aneka rempah seperti jahe, kunyit, lengkuas, serai, dan beberapa bahan komplementer lainnya. Pedas rempah merupakan rasa khas dari olahan ini.  

Berbicara tentang tradisi pembuatan rendang, masyarakat Minangkabau pasti berada di garis paling depan. Ya benar, masakan satu ini berasal dari tanah Sumatera dan menjadi makanan khas terutama di Minangkabau.

resep membuat rendang, cara membuat rendang yang empuk, tips agar rendang menjadi empuk, supaya rendang bisa empuk, cara memasak rendang sapi, cara membuat rendang sapi enak, cara membuat rendang sapi yang empuk, cara membuat rendang sapi simpel,
instagram via resepbundaku

Kilas Balik Sosok ‘Rendang’

Sedikit mengulas tentang sejarah, dahulu pada saat orang barat melakukan pencarian rempah nusantara, didatangilah tanah Minangkabau karena terkenal banyak rempahnya. Hingga suatu ketika Minangkabau menjadi pusat perdagangan rempah yang seringkali didatangi oleh para pedagang Arab dan India.

Di sisi lain, orang Minangkabau populer dengan aktivitas rantaunya. Dari situlah muncul pemikiran untuk membuat bekal makanan yang awet dan tahan untuk beberapa waktu. Maka dibuatlah rendang dengan bumbu rempah nusantara mengingat Minangkabau pernah menjadi pusat perdagangan rempah pada jamannya (bbc.com). 

Saat ini olahan rendang akan dengan mudah kita jumpai di mana saja terlebih di Pulau Jawa. Persebaran ini dibawakan oleh para perantau dari Sumatera Barat. Mereka mencoba mengenalkan makanan khas daerah ke tempat-tempat yang ia kunjungi. Perlu kita ketahui bersama bahwa rendang tidak hanya diperuntukkan sebagai lauk pauk yang biasa disandingkan dengan nasi saja. Akan tetapi, sudah pahamkah kita makna filosofis dibalik lezatnya olahan khas nusantara ini? Yuk, simak pembahasan berikut.

Makna Rendang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki potensi alam seperti rempah yang tidak terbilang sedikit. Setiap pulau memiliki komoditas unggulan masing-masing yang menjadi ciri khas dari daerah tersebut.

Selain komoditas unggulan berupa rempah-rempah, Indonesia terkenal dengan tradisi masyarakatnya, makanan khas daerah, pakaian khas, kesenian dan semacamnya. Salah satu contohnya adalah Sumatera Barat yang terkenal dengan masakan daerah yaitu rendang. Masyarakat Minangkabau membuat olahan yang sesuai dengan tradisi setempat yakni masakan yang mampu bertahan beberapa waktu sebagai bekal makanan.

resep rendang kambing
Instagram via @philipwding

Mengapa demikian? Tentunya karena orang Minang adalah perantu, maka dari itu diperlukanlah bekal makanan yang dapat mencukupi kebutuhan selama perjalanan rantaunya. Dirilis dalam Journal of Ethnic Foods, rendang dipercaya memiliki tiga makna filosofis diantaranya kesabaran, kebijaksanaan, dan kegigihan. Kesabaran muncul dari awal proses pemasakan karena memakan waktu yang tidak singkat.

Selama memasak, rendang ini harus terus diaduk agar bumbunya dapat merata dan meresap ke dalam. Maka dari itu dibutuhkan kegigihan dalam mengaduk olahan sampai matang. Dari segi durasi, tentunya besarnya api juga menentukan lama waktu pengolahan. Dari situlah  juru masak harus konsisten dalam mengatur besar kecilnya api maka disebutlah ia harus mempunyai kebijaksanaan untuk membuat nyala api yang sesuai dengan kebutuhan.

Filosofi rendang yang luar biasa inilah yang pada akhirnya dibawakan oleh sebagian masyarakat Indonesia untuk dijadikan menu sajian saat berkumpulnya keluarga terlebih saat lebaran haji. Mengingat banyaknya daging kurban yang juga tersedia saat itu, sehingga rendang dapat menjadi salah satu olahan waktu lebaran. Harapannya ketika kita makan rendang kita dapat memetik hikmah dari proses pembuatannya bahwa sebagai manusia kita harus senantiasa bersabar, bijaksana, dan gigih dalam melakukan apapun. Terlebih jika menu ini disuguhkan saat berkumpulnya keluarga yang tadinya merantau, esensi dari makanan akan menjadi pengingat saat di perantauan.

Nah, kamu termasuk salah satu dari para penyuka rendang bukan? Intinya, tidak perlu khawatir jika belum expert dalam membuat rendang karena kamu dapat mencari aneka olahan rendang di tempat-tempat terdekatmu. Agar informasi tentang olahan rendang yang kamu temui tidak hanya berhenti di kamu saja, tentunya kamu dapat menggunakan Aplikasi Titipku untuk menulis ulasan lalu mengunggahnya. Aplikasi ini dapat kamu download melalui Playstore. 🙂

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

Satu tanggapan pada “Budaya Makan Rendang Saat Idul Qurban”

Tinggalkan Balasan