Caca Nabila: Siswi SMA yang Berani Membuka Usaha Fotokopi

untung usaha fotokopi, modal usaha fotocopy untuk pemula, paket usaha fotocopy untuk pemula, printer untuk usaha fotocopy, fotocopy mini untuk usaha, modal untuk usaha fotocopy, printer untuk usaha fotokopi, paket usaha fotocopy vanectro, visi misi usaha fotocopy, wawancara usaha fotocopy, usaha warnet dan fotocopy, paket usaha fotocopy xerox, fotocopy xerox untuk usaha, usaha fotocopy yang sukses, paket usaha fotocopy yogyakarta, usaha yang menguntungkan fotocopy,

Titipku – Ada pepatah yang mengatakan bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini asalkan mau mencoba dan giat berusaha. Sama halnya dengan yang dialami Caca Nabila. Seorang siswi SMA yang berani membuka usaha fotokopi di dekat sekolah tempat ia belajar sekarang.

Kegigihan dan keuletannya memang tidak bisa diragukan dan keberaniannya untuk mengutarakan keinginan kepada kedua orang tuanya membuat Caca selalu bisa mengambil hati mereka sehingga keinginannya dapat terwujud.

untung usaha fotokopi, modal usaha fotocopy untuk pemula, paket usaha fotocopy untuk pemula, printer untuk usaha fotocopy, fotocopy mini untuk usaha, modal untuk usaha fotocopy, printer untuk usaha fotokopi, paket usaha fotocopy vanectro, visi misi usaha fotocopy, wawancara usaha fotocopy, usaha warnet dan fotocopy, paket usaha fotocopy xerox, fotocopy xerox untuk usaha, usaha fotocopy yang sukses, paket usaha fotocopy yogyakarta, usaha yang menguntungkan fotocopy,

Berawal dari kebiasaannya mengoperasikan mesin fotokopi kertas milik ayahnya yang sekarang sudah menjadi miliknya, Caca menjadi semakin lihai dan merasa sangat ahli di bidang itu karena hampir setiap hari ia mendapat tugas memfotokopi materi pelajaran di sekolahnya karena kebetulan Caca merupakan sekretaris di kelasnya.

Teman-teman sekolah Caca yang mengetahui bahwa Caca memiliki mesin fotokopi di rumah juga sering meminta bantuan kepada Caca untuk memfotokopikan dokumen di luar tugas sekolah.

SUKA DUKA USAHA

Awalnya Caca tidak merasa keberatan karena kebanyakan teman-temannya tidak seberuntung dia yang memiliki mesin fotokopi sendiri. Namun, seiring berjalannya waktu semakin banyak teman-teman sekolahnya yang mengetahui bahwa Caca memiliki mesin fotokopi sehingga membuat Caca sempat mengalami kerugian karena harus membeli kertas lebih banyak dengan uang sakunya sendiri.

Sementara teman-teman Caca tidak ada yang mau membayar jasa fotokopi Caca karena merasa bahwa hal itu merupakan hal kecil yang tidak perlu dipermasalahkan.

Tidak tahan diperlakukan teman-temannya seperti itu, Caca pun kemudian mulai mengutarakan keinginannya kepada kedua orang tuanya untuk membuka usaha fotokopi di dekat sekolahnya. Mengingat rumah Caca pun tidak jauh dari sekolahannya. Mendengar hal itu, kedua orang tua Caca awalnya merasa kaget karena tidak pernah menyangka bahwa Caca mempunyai keinginan itu di usianya yang masih belia dan masih duduk di bangku sekolah.

Namun, Caca terus membujuk kedua orang tuanya dan menjelaskan alasannya untuk membuka usaha fotokopi. Akhirnya, setelah mempertimbangkan banyak hal kedua orang tua Caca pun menyetujui keinginan Caca dengan syarat uang tabungannya juga digunakan sebagai modal membuka usaha fotokopi.

Caca yang rajin menabung pun merasa tidak keberatan dengan syarat dari kedua orang tuanya dan ia sangat senang karena keinginannya sebentar lagi akan terwujud.

Setelah usaha fotokopi itu selesai dibuat dan resmi dibuka, belum banyak orang-orang yang mengetahui bahwa usaha fotokopi itu milik Caca. Sejak pertama kali dibuka, Caca langsung mencari pegawai untuk mengurus usaha fotokopinya mengingat Caca merupakan seorang siswi yang harus ke sekolah setiap harinya.

Meskipun tidak mengurusnya secara langsung, Caca sering terlibat untuk mengurus usaha fotokopinya dari balik layar. Selain menyediakan jasa fotokopi, tempat usaha milik Caca ini juga menyediakan jasa jilid buku dan menjual ATK, ATS, dan aksesoris yang sering dibutuhkan anak-anak sekolahan.

Tempat fotokopi itu semakin hari semakin ramai dikunjungi siswa-siswi dari sekolahan Caca. Karena tempat ini merupakan satu-satunya tempat fotokopi yang ada di dekat sekolahan Caca. Teman-teman Caca pun tidak ada lagi yang meminta bantuan kepada Caca untuk memfotokopikan tugasnya, pasalnya Caca mengatakan bahwa mesin fotokopinya sudah dijual ayahnya.

Meskipun harus sembunyi-sembunyi agar tidak ada teman-teman sekolahnya yang mengetahui bahwa ia memiliki usaha fotokopi, Caca merasa senang karena sudah memiliki penghasilan sendiri sehingga ia tidak perlu lagi meminta uang saku kepada orang tuanya.

Larisi UMKM Ini via Aplikasi Titipku!

Jutaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) selalu berharap usahanya bisa terus berkembang. Yuk larisi usaha mereka dengan membelinya melaluiĀ Aplikasi Titipku!

Artikel ini ditulis oleh : Anggi Pristayani
Direview oleh : Susi Setya

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

Tinggalkan Balasan