Habis Bangkrut, Pak Nanang Berjualan Buah Dingin

jual buah dingin, buah dingin di jogja, buah dingin jogja, gerobak buah dingin, pedagang buah dingin, harga buah dingin

Titipku – Kebutuhan buah setiap orang berbeda. Cara belinya juga bermacam. Ada yang membeli jus buah, buah kiloan, atau juga buah irisan. Di Jogja, kamu bisa makan buah dengan harga yang lebih terjangkau yakni dengan membeli buah irisan dingin. Dari banyaknya penjual buah dingin, ada salah satu penjual yang setiap hari bertempat di depan SD Glagah.

Pak Nanang namanya, lelaki ini berasal dari Tasikmalaya. Sangat kental dengan logat bahasa Sundanya ketika menyapa pelanggan.

jual buah dingin, buah dingin di jogja, buah dingin jogja, gerobak buah dingin, pedagang buah dingin, harga buah dingin
Pak Nanang, pejual buah dingin depan SD Glagah

Setiap hari, beliau berjualan buah dingin. Buah dingin ini dijual dengan irisan seharga Rp 2.000. Harga yang terjangkau buat kamu yang tetap butuh nutrisi buah tapi tak harus membeli kiloan.

Ohya, buah dingin yang dijual antara lain mangga muda, nanas, kedondong, pepaya, semangka, serta melon. Jadi praktis karena pembeli tak harus memotong dan mengupas untuk makan buah.

Di Jogja ini pak Nanang masih ikut bekerja dengan juragannya. Bagi hasil menjadi pilihan saat ini setelah sebelumnya mengalami gulung tikar.

“Dulu awalnya jualan di Bandung, jualan pisang. Cerita singkatnya saya bangkrut. Sempat direnovasi lagi tapi jadi jadinya mahal untuk menebus harga kios saja. Yasudah sekalian dijual, pindah ke sini.”

Ya, di Jogja ini belum lama. Tahun ini baru menginjak dua tahun dengan berjualan buah dingin ini. Di sini ia tak sendiri, tapi justru ikut anak yang sudah lebih dulu merantau di Jogja.

Setiap pagi sebelum berjualan, aktivitas yang dilakukan pak Nanang adalah motong-motong buah terlebih dahulu. Baru seteah semuanya siap, ia berangkat dengan gerobaknya menuju SD Glagah.

“Suka duka mah kalau musim hujan. Kalau hujan kan kurang pendapatannya, kalau panas justru lancar.”

Lika-liku hidup setiap pelaku usaha memang berbeda. Termasuk pak Nanang. Penghasilannya tidak setiap hari, tapi setiap minggu. Ke depannya beliau juga berkeinginan untuk membuka usaha sendiri setelah modal cukup.

Semoga selalu laris jualannya pak Nanang. 🙂

Baca Artikel Lainnya: Es Dawet Mbah Hari, Es Dawet Legendaris di Pasar Beringharjo

Ayo Menjelajah!

Kami sudah bantu UMKM ini agar masuk online melalui Aplikasi Titipku. Kamu juga bisa posting usaha UMKM manapun agar tulang punggung perekonomian Indonesia semakin maju! 🙂

Titipku membantu Digitalisasi UMKM melalui Penjelajah untuk memajukan Perekonomian Indonesia. #AyoMenjelajah

 

ayo menjelajah, jelajah umkm, umkm jogja,titipku, startup jogja, startup indonesia, umkm, umkm indonesia, umkm jogja, penjelajah, jelajah, jelajah titipku, aplikasi titipku, titipku itu apa, apa itu titipku, titipku adalah,

Jelajah UMKM, Download Aplikasi Titipku!! Klik Link Di Bawah Ini

play.google.com/store/apps/details?id=com.titipku.alpha

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

Tinggalkan Balasan