Jangan sembarangan pakai obat nyamuk, ikuti tips berikut

Titipku– Musim hujan adalah musim nyamuk berkembang biak dengan sangat cepat. Maka, tidak aneh jika daerah rumahmu mulai dilakukan penyemprotan nyamuk untuk mencegah jentik-jentik berkembang menjadi nyamuk. Meskipun kecil dan “hanya” menghisap darah, nyamuk bisa membawa penyakit berbahaya bagi manusia seperti demam berdarah ataupun malaria. Untuk mencegahnya, orang-orang biasa menggunakan obat nyamuk dari berbagai jenis, mulai dari bakar, semprot, hingga elektrik. Meskipun praktis  dan efektif, obat nyamuk tetap mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh dan tidak bisa dipakai sembarangan.

Biasanya, obat nyamuk mengandung bahan-bahan aktif berikut ini:

  • DEET

bahan aktif ini sudah digunakan sejak lama untuk mengusir serangga seperti nyamuk, lalat, dan kutu. Biasanya, DEET terdapat pada obat nyamuk semprot dan juga lotion anti nyamuk. Secara umum DEET aman digunakan asalkan konsentrasinya tidak lebih dari 50% dan tidak digunakan pada kulit yang terluka.

  • Picaridin

Secara umum, picaridin memiliki efek yang sama dengan DEET namun dengan resiko iritasi yang lebih ringan.

  • PMD (Eucalyptus Lemon)

PMD merupakan bahan alami yang sama efektifnya seperti DEET. Basanya PMD terdapat pada losion anti nyamuk. Namun, PMD tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak berusia di bawah 3 tahun.

  • Piretrin

Zat ini merupakan salah satu jenis pestisida yang secara umum tidak beracun. Namun, piretrin dapat mengganggu pernapasan bila terhirup dalam jumlah yang besar. Piretrin biasanya terdapat pada obat nyamuk semprot dan juga bisa dicampurkan dalam cairan untuk fogging.

  • Karbamat dan Organofosfat

Kedua zat ini berbahaya jika terjadi kontak langsung dengan tubuh. Jenis pestisida ini sangat cepat diserap melalui kulit, paru-paru, maupun selaput lendir.

Obat nyamuk bakar, semprot, maupun elektrik umumnya mengandung setidaknya satu atau lebih bahan aktif yang disebutkan di atas. Obat nyamuk semprot sangat berbahaya jika terhirup atau tertelan. Begitu juga dengan asap yang dihasilkan oleh obat nyamuk bakar atau uap yang dihasilkan oleh obat nyamuk elektrik. Lalu bagaimana menggunakan obat nyamuk yang aman?

  1. Setelah menyemprotkan atau menyalakan obat nyamuk di sebuah ruangan, tunggu selama beberapa menit sampai bau obat nyamuk menghilang, baru masuk ke dalam ruangan untuk mencegah terhirupnya obat nyamuk dalam jumlah besar.
  2. Jangan menyalakan obat nyamuk di ruangan tertutup tanpa ventilasi udara.
  3. Jangan berada dekat dengan obat nyamuk yang dinyalakan.
  4. Hindari menghirup langsung bau, gas, atau asap obat nyamuk.
  5. Jangan menyemprotkan obat nyamuk ke barang-barang atau furnitur yang sering bersentuhan dengan kulit.
  6. Jauhkan makanan dari jangkauan obat nyamuk. Masukkan ke kulkas bila perlu agar tidak terkontaminasi.
  7. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih setelah menggunakan obat nyamuk.

#dirumahaja

Meskipun praktis dan efektif, obat nyamuk memang tidak baik bagi kesehatan jika terus digunakan dalam jangka panjang. Lebih baik kamu menggunakan bahan-bahan atau tanaman alami seperti lavender yang juga ampuh mengusir nyamuk.  Kamu bisa mendapatkannya lewat Aplikasi Titipku lho! Segera unduh Titipku dan temukan obat nyamuk alami untukmu di musim hujan ini. 

Tinggalkan Balasan