Keuntungan Kantongi Sertifikasi bagi Pengrajin Kayu

jual jam dinding karakter, jual jam tangan karakter anak, jual jam dinding karakter surabaya, tempat jual jam karakter, jual jam tangan anak karakter grosir, jual jam tangan anak karakter frozen, tempat jual jam dinding karakter, jual jam tangan anak karakter, hadiah wisuda unik, hadiah wisuda murah, hadiah wisuda acrylic, hadiah wisuda graduation award, hadiah wisuda berkesan, hadiah wisuda doraemon, hadiah wisuda dari kayu, hadiah wisuda di jogja, kado wisuda handmade murah, kado wisuda homemade, hadiah untuk wisuda handmade, ide hadiah wisuda, ide hadiah wisuda unik, ide hadiah wisuda cowok, kado wisuda jam, hadiah wisuda keren, edo craft jogja, edo craft, pusat hadiah kayu mdf, kayu mdf, kisah isnpiratif, pengusaha muda, pengusaha yogyakarta

Titipku – Pelaku industri Indonesia tampaknya sudah harus melek terhadap beberapa sertifikasi yang berlaku bagi para pengrajin. Khususnya bagi pengrajin kayu yang menggunakan bahan dasar kayu pada produknya. Sertifikasi ini ternyata mampu membantu pengrajin kayu untuk mulai menembus pasar ekspor.

jual jam dinding karakter, jual jam tangan karakter anak, jual jam dinding karakter surabaya, tempat jual jam karakter, jual jam tangan anak karakter grosir, jual jam tangan anak karakter frozen, tempat jual jam dinding karakter, jual jam tangan anak karakter, hadiah wisuda unik, hadiah wisuda murah, hadiah wisuda acrylic, hadiah wisuda graduation award, hadiah wisuda berkesan, hadiah wisuda doraemon, hadiah wisuda dari kayu, hadiah wisuda di jogja, kado wisuda handmade murah, kado wisuda homemade, hadiah untuk wisuda handmade, ide hadiah wisuda, ide hadiah wisuda unik, ide hadiah wisuda cowok, kado wisuda jam, hadiah wisuda keren, edo craft jogja, edo craft, pusat hadiah kayu mdf, kayu mdf, kisah isnpiratif, pengusaha muda, pengusaha yogyakarta
Edi Susanto, owner Edo Craft Jogja – dokumentasi Titipku

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No.64/2012 tentang Ketentuan Ekspor Produk Industri Kehutanan, mulai 1 Januari 2014 produk kehutanan yang digunakan dalam kerajinan tangan harus dilengkapi dokumen SVLK, kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Thamrin Bustami, Selasa (20/8).Ia mengatakan selama ini tidak ada kendala yang dihadapi perajin dalam mengurus Sertifikat Legalitas Verifikasi Kayu (SVLK). Kini sekitar 80% dari sekitar 1.000 anggota Asephi memiliki SVLK.

Menurut Thamrin, pembeli asing seperti Eropa dan Amerika Serikat selalu menginginkan produk yang legal dan ramah lingkungan.”Produk kerajinan yang kompetitif bisa membuat kami optimistis bisa meningkatkan nilai ekspor hingga target 1 miliar dolar AS dua tahun mendatang,” ujarnya.

Sertifikat tersebut ternyata berguna karena pasar dunia hanya mau menerima hasil kerajinan yang bahan dasarnya bukan dari praktik pembalakan liar dan tidak merusak lingkungan. Menurut dia, hal ini karena pasar ekspor menerapkan aturan yang ketat dalam menerima hasil kerajinan berbahan kayu.

LANGKAH MENDAPATKAN SERTIFIKAT

Nah bagi pengrajin kayu begini langkah-langkah mendapatkan sertifikat SVLK menurut sucofindo.co.id:

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan KLHK Rufi’ie menyatakan, salah satu hal yang paling mendasar untuk mendapatkan dokumen Sertifikat Legalitas Kayu (SLK) adalah legalitas perusahaan.

“Jadi, langkah dari mendapatkan V-Legal atau Sertifikat Legalitas Kayu ini adalah legalitas perusahaan. Artinya, seperti SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), TDI (Tanda Daftar Industri), dan sebagainya, Kalau izin lengkap, dari awal itu gampang sebenarnya,” kata Rufi’ie, seperti dikutip dari media online.

Rufi’ie mengatakan bahwa untuk mendapatkan SVLK, ada sebanyak  25 perusahaan penilai atau lembaga sertifikasi yang berhak melakukan sertifikasi. Lembaga tersebut antara lain PT Sucofindo. Sebanyak  25  lembaga itu telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), dan diawasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta pemantau independen.

Adapun proses mengurus SVLK yang meliputi kegiatan pelaksanaan verifikasi legalitas kayu, terdiri dari permohonan verifikasi, perencanaan verifikasi, pelaksanaan verifikasi, penerbitan sertifikat legalitas dan sertifikasi ulang, penilikan, hingga audit khusus.

Sertifikasi legalitas kayu memiliki masa berlaku. Sertifikat Legalitas Kayu (SLK) yang diterbitkan berlaku selama :

  1. 3 tahun bagi pemegang IUIPHHK-HA/HT/RE dan Pemegang Hak Pengelolaan
  2. 6 tahun bagi pemegang IUPHHK-HTR/HKm/HD/HTHR
  3. 1 tahun bagi IPK termasuk IPPHK
  4. 6 tahun bagi pemegang IUIPHHK yang seluruh bahan bakunya menggunakan kayu hutan hak
  5. 3 tahun bagi pemegang IUIPHHK kapasitas di atas 6.000 m3/tahun
  6. 6 tahun bagi pemegang IUIPHHK kapasitas sampai dengan 6.000 m3
  7. 6 tahun bagi pemegang IUI
  8. 10 tahun bagi pemilik hutan hak dan IRT/Pengrajin
  9. Pengawasan terhadap industry yang telah mendapatkan sertifikat legalitas kayu dilakukan audit surveillance/penilikan selambat?lambatnya sejak diterbitkannya sertifikat sekurang-kurangnya :
  10. 12 bulan sekali bagi pemegang IUIPHHK-HA/HT/RE dan Pemegang Hak Pengelolaan
  11. 24 bulan sekali bagi pemegang IUPHHK-HTR/HKm/HD/HTHR
  12. 6 bulan sekali bagi IPK termasuk IPPHK
  13. 24 bulan sekali bagi pemegang IUIPHHK yang seluruh bahan bakunya menggunakan kayu hutan hak
  14. 12 bulan sekali bagi pemegang IUIPHHK
  15. 12 bulan sekali bagi pemegang IUI dengan nilai investasi diatas Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah)
  16. 24 bulan sekali untuk pemegang IUI dengan nilai investasi sampai dengan Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah)
  17. 24 bulan sekali bagi pemilik hutan hak dan IRT/Pengrajin

Bagi yang ingin ngintip produk kerajinan kayu asli Indonesia bisa download aplikasi Titipku. Produk-produk umkm dalam negeri bisa kamu jelajahi di aplikasi Titipku.

Mau ngisi perabotan rumah tangga dengan produk lokal? Gampang.. Yuk mulai #pakaiproduklokal lewat Titipku ya.

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

Tinggalkan Balasan