Sudah Tahukah Kamu Julukan Kota Seribu Kue di Indonesia?

Titipku.com – Adakah dari kalian yang sudah tahu, di mana itu Kota Seribu Kue? Kalau kota Gudeg, sudah pasti Jogja jawabannya kan. Nah kalau kota seribu kue ini bagaimana?

Muntok, Kota Seribu Kue ini merupakan ibukota Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. Nah pada tahun 2010 lalu, mendapatkan penghargaan sebagai Kota Seribu Kue. Hal ini tidak terlepas dari kegemaran ppenduduk kota tersebut dalam membuat beragam jenis kue. Nah salah satuya adalah yang menjdi kegemaran Bung Karno. Presiden Pertama Republik Indonesiia, yang saat itu menjalani pengasingan di kota Muntok tahun 1949 dengan sebutan kue pelita.

Dalam rangka memperingati hari jadi Kota Muntok yang ke 276, Pemda Kabupaten Bangka Barat, khususnya Dinas Perhubungan Pariwisata dan Informatika menggandeng semua unsur mulai dari BUMN, Koperasi, LSM, Tokoh Masyarakat dan Lembaga Adat serta semua lapisan masyarakat untuk mengadakan Festival Seribu Kue yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 7 hingga 9 Oktober yang bertempat di Pantai Batu Rakit.

Wisata di Kota Seribu Kue

Pesanggrahan Menumbing

Bangunan Pesanggrahan Menumbing berada di Bukit Menumbing, sebuah kastil yang dibangun pada masa penjajahan Belanda di etinggian 445 mdpl. Komplek villa atau pesanggrahan peristirahatan pegawai perusahaan timah Bank Tinwinning Bedriff ini diperkirakan dibangun pada tahun 1927.  Tempat ni dijadikan tempat pengasingan Bung Hatta, Mr. Prinffodigdo, Komodor Surya Darma, Mr. Assa’at, Mr. Ali Sastroamidjojo, Mr. Moch Roem, dari tanggal 22 Desember 1948 s.d 7 Juli 1949 pada masa pasca proklamasi kemerdekaan RI. Pesanggrahan ini sekarang telah dibangun beberapa fassilitas umum seprti hotel, restoran, lapangan tenis, karaoke keluarga, sport track, kolam renang, gazebo, dan lainnya.

Pesanggarahan muntok

Pesanggrahan ini berada di Kota Muntok dibangun tahun 1977 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Gedung ini adalah salah satu tempat bersejarah karena Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno pernah diasingkan karena disinilah Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno pernah diasingkan selama leih dari lima bulan (Februari-Juli 1949). Soekarno pernah diasingka selama lebih dari lima bulan (Februari-Juli 1949). Dari gedung inilah beliau bersama dengan para pemimpin lain melanjutkan perjuangan NKRI.

Masjid Jami

Masjid ini berada di Kecamatan Muntok, berdiri sejak ttahun 1879 (1.300 H). Masjid ini merupakan masjid tertua di Kepulauan Bangka Belitun. Masjid ini dibangun oleh H. Abang Muhammad Ali (bergelar Tumenggung Kertanegara II), yang juga dibantu oleh H. Nuh dan H. Ya’kup serta msyarakat Muntok.

Kelenteng Kung Fuk Miaw

Kelenteng ini merupakan kelenteng pertama di Muntok yang didirikan oleh bangsa Cina Kuatang dann Fu-Kien tahun 1820 dari Mayor A Tiam.

Rumah Mayor

Rumah Mayor Muntok dibuat pada zaman penjajahan Belanda. Rumah ini dulunya ditempati oleh seorang Mayor dari keturunan Cina. Tempat bersejarah yang berada di pasar Kota Muntok dengan jarak 0,9 km dari pusat Kota Muntok.

Museum Timah Indonesia

Pada mulanya, gedung ini bernama Hoofdbureau Banka Tinwinning Bedriff dan sekaligus menjadi pusat pemerintahan (residen) Belanda di Pulau Bangka yang dibangun pada tahun 1915. Kini bangunan ini dijadikan Museum Timah Indonesia, sebuah museum edukasi yang menampilkan sejarah awal pembentukan Kota Muntok, sejarah tragedy Kapal Vyner Brooke, sejarah pengasingan tokoh perjuangan NKRI, sejarah PT. Timah, Tbk, dan juga penambangannya di Pulau Bangka.

Pantai Tanjung Kalian

Pantai ini lokasinya hanya berjarak 7km dari Kota Muntok dan dapat ditemppuh mellalui jalan beraspal atau menyusuri pantai pasit putih ada mercusuar tinggi 56 m buatan Belanda dengan arsitektur bergaya Inggris, buatan tahun 1862 yang masih berdiri dengan kokoh. Mercusuar ini masih berfungsi dengan baik, memancarkan cahaya lampu sejauh 25 mil untuk emmandu kapal-kapal yang keluar masuk Selat Bangka.

Selain ini, masih ada banyak lagi destinasi wisata kota seribu kue. Kalau kamu, sudah pernah singgah dimana? 🙂

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

Tinggalkan Balasan