Menarik! Berikut Asal-Usul Hidangan Ronde

Siapa sih yang tidak suka ronde? Minuman yang nikmat banget jika dikonsumsi saat musim hujan ini memang menjadi favorit siapa saja. Minuman yang disajikan dengan air jahe ini memang dinilai ampuh untuk menghangatkan saat malam tiba ataupun saat cuaca dingin karena hujan. Meskipun sudah terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, ternyata ronde tidak berasal asli dari negara kita lho!

 

Sejarah Ronde

Ronde ternyata merupakan minuman, atau mungkin lebih tepat disebut makanan, yang berasal dari Tiongkok. Ronde, dikenal dengan nama tangyuan, yakni makanan khas Tiongkok yang biasa disajikan saat Festival Lampion, Festival Dongzhi, atau pada setiap pertemuan keluarga besar seperti acara pernikahan. 

Menurut legenda, tangyuan menjadi makanan khas Festival Lampion bermula pada masa Dinasti Han. Menurut legenda, pada masa Dinasti Han, terdapat seorang dayang kerajaan bernama Yuanxiao. Ia sangat merindukan orang tuanya tetapi tidak dapat meninggalkan istana, akhirnya ia terus menangis dan ingin bunuh diri.

Baca Juga: 5 Jenis Minuman yang Cocok Menemani Saat Hujan

Seorang menteri yang mengetahui hal tersebut mencegahnya berjanji akan menolongnya. Penasihat kaisar kemudian berpura-pura menjadi peramal dan berkata pada semua orang yang ia temui bahwa Dewa Api akan akan membakar seluruh kota pada hari ke-15 bulan itu.

Kaisar yang mendengar cerita itu, lalu menyuruh penasihatnya untuk mencari solusi. Penasihat kaisar memberikan solusi bahwa semua orang di kota harus menggantung lampion merah dan kembang api agar terlihat seolah-olah kota sedang terbakar dan menenangkan Dewa Api. Penasihat kaisar juga berkata bahwa Dewa Api menyukai tangyuan, sehingga semua orang di kota harus menyiapkan tangyuan pada hari ke-15.

Tangyuan.

Apa yang perlu dilakukan Yuanxiao adalah membuat tangyuan sebanyak mungkin (yang merupakan masakan terbaik yang bisa ia buat) sebagai persembahan kepada dewa pada tanggal 15 bulan 1 Imlek. Yuanxiao berhasil melakukannya dan sang kaisar merasa puas. Yuanxiao akhirnya diizinkan bertemu kedua orang tuanya. Semenjak saat itu, pada tanggal 15 bulan 1 penanggalan Imlek diadakan Festival Yuanxiao atau Festival Lampion.

Makna Ronde

tangyuan memiliki makna kebersamaan dan persatuan, tidak hanya bagi keluarga Yuanxiao, tetapi juga bagi orang-orang di kota karena menyiapkan tangyuan bersama-sama. Bentuknya yang bulat juga melambangkan bulan purnama pertama di tahun baru Imlek. 

 

Wah, ternyata filosofi tangyuan atau ronde menarik banget ya! Bagi kamu yang setelah membaca ini jadi ingin ronde, bisa langsung pesan di Titipku! Di Titipku tersedia sejumlah pedagang yang menjual wedang ronde. Mau buat sendiri? Bisa juga kok! Kamu tinggal beli bahan-bahannya di Titipku saja.

Ada promo JADIHEMAT loh yang bisa kamu pakai untuk belanja. promo ini memberi potongan harga sebesar Rp10.000.

Belanja aman, mudah, dan murah #DariRumah bersama Titipku. Yuk segera unduh Aplikasi Titipku.

Tinggalkan Balasan