Sate Madura Bu Elis Tetap Bertahan Sepeninggal Suami Sekaligus Pendiri Usaha

Titipku – Pada tahun 2004, Bu Elis dan mendiang suami mendirikan warung tenda untuk berjualan sate dan makanan lain. Ide membuka usaha berasal dari mendiang suami Bu Elis ketika masih bekerja di pelayaran. Ide tersebut direalisasikan setelah berhasil mengumpulkan modal usaha dan berhenti menjadi karyawan. Bu Elis dan mendiang suami keliling Kota Banjar untuk menemukan lokasi yang cocok. Mereka memilih lokasi pinggir jalan provinsi yang ramai dilewati masyarakat sekitar dan pengendara asal luar kota. Warung tenda tersebut terletak di Dusun Randegan 1, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.

Bu Elis sempat merasakan kesedihan yang mendalam ketika sang suami meninggal dunia tahun lalu. Namun beliau harus tetap semangat jalankan usaha demi anak-anaknya yang sedang mengenyam pendidikan di bangku SMA dan SMP. Selain itu, Bu Elis sudah memiliki banyak pelanggan yang setia menunggu untuk menikmati sate Madura. Saat ini, Bu Elis merasa bersyukur karena sudah bertemu dengan pendamping hidup yang menemaninya berjualan.

Sejak awak berjualan sampai dengan saat ini, Bu Elis menjual sate ayam, sate kambing, sate sapi, ayam goreng, ayam bakar dan lele goreng. Dalam menjalankan usaha, Bu Elis bertugas membuat bumbu, merebus bahan makanan dan memasak. Sedangkan Pak Pujo yang merupakan suami Bu Elis bertugas membakar sate. Warung mereka buka setiap hari dari pukul 16.30 sampai 23.00 WIB. Ketika hari libur, pembeli bukan hanya warga sekitar, tetapi juga para pemudik atau pelancong yang melalui jalur selatan.

sate madura, sate madura di kota banjar, sate madura di jawa barat

Meski hujan terkadang menjadi surutnya pelanggan, namun Bu Elis dan Pak Pujo berharap usahanya tetap berjalan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membiayai kedua anaknya.

Larisi UMKM Ini via Aplikasi Titipku!

Jutaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) selalu berharap usahanya bisa terus berkembang. Yuk larisi usaha mereka dengan membelinya melalui Aplikasi Titipku!

Artikel ini ditulis oleh : Ita Dwi Kustikasari
Direview oleh : Susi Setya

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

Tinggalkan Balasan