Ini Dia Sejarah Sekaten Yang Mungkin Kamu Penasaran Selama Ini

sejarah sekaten, asal usul sekaten, asal mula sekaten

Titipku – Sudah kenalkah kalian dengan kota Yogyakarta? Kota yang mempunyai banyak julukan. Tidak hanya disebut kota Gudeg saja, namun kota ini juga disebut sebagai salah satu kota ini juga kental akan budaya dan tradisi. Seperti salah satunya yakni Sekaten. Kalau kalian dengar kata Sekaten, pasti langsung terlintas acara pasar malam yang super meriah itu. Hmmm padahal tidak hanya itu saja lho!

Kegiatan Sekaten diselenggarakan guna memperingati kelahiran Nabi Muhammad yang lahir pada tanggal 12 bulan Maulud, bulan ketiga dari tahun Jawa. Sekaten merupakan upacara pendahuluan dari peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Biasanya diselenggarakan tanggal 5 sampai dengan 12 di bula yang sama. Selain di Keraton Yogyakarta, acara tersebut juga diselenggarakan di Keraton Surakarta lho.

Asal Mula Kata Sekaten

Nah tahukah kalian makna dibalik kata sekaten? Kata sekaten berasal dari beberapa kata yang sarat makna sebagai berikut.

  1. Syahadatain, yakni kalimat syahadat yang merupakan kalimat yang harus dibaca oleh seseorang yang ingin masuk Islam dengan arti: Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
  2. Sahutai, menghentikan perkara dua yaitu sifat lacur dan menyeleweng.
  3. Sakhatain, menghilangkan perkara dua, yaitu watak hewan dan sifat setan, karena watak tersebut sumber kerusakan.
  4. Sakhotain, menanamkan perkara dua yaitu selalu memellihara budi suci atau budi luhur dan selalu menghambakan diiri kepada Tuhan.
  5. Sekati, menimbang, orang hidup harus bisa menimbang atau menilai hal-hal yang baik dan buruk.
  6. Sekat atau batas. Orang harus membatasi diri untuk tidak berbuat jhat serta tahu batas-batas kebaikan dan kejahatan.

Perayaan sekaten meliputi ‘Sekaten Sepisan’ yaitu dibunyikanya dua perangkat gamelan Kyai Nogowiloyo dann Kyai Guntur Madu, kemudian pemberian sedekah ‘Ngarso Dalem’ Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X berupa ‘udhik-udik’ (menyebar uang koin) kemudian diangkat kedua gamelan menuju Masjid Agung Yogyakarta lalu ditutup dengan Grebeg.

Hampir setiap tahun baik masyarakat kotaa Jogja maupun Solo merasakan penyelenggaraan sekaten. Bahkan konsepnya serta perayaan pasar malam di beberapa tahun belakangan pernah diubah sesuai dengan perkembangan zaman.

Sejarah Sekaten

Sejarah sekaten diawali pda tahun 1939 Caka atau 1477 Masehi. Adalah Raden Patah selaku Adipati Kabupaten Demak Bintara dengan dukungan para wali membangun Masjid Demak. Lalu berdasarkan hasil musyawarah para wali, maka digelarlah kegiatan syiar Islam secara terus-menerus selama 7 hari menjelang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Agar kegiatan tersebut menarik perhatian rakyat, maka dibuntikannya perangkat gamelan buah karya Sunan Giri lalu membawakan gending-gending ciptaan para wali terutama Sunan Kalijaga.

Lalu usai kegiatan tersebut, dituntunlah masyarakat yang ingin memeluk agama Islam dengan kalimat syahadat. Akibat pengucapan inilah terjadi perubahan bahasa / pengucapan menjadi Sekaten. Demikian pula terjadi pergeseran Kerajaan Islam ke Mataram serta saat Kerajaan Islam Mataram terbagi dua yakni Kasultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Yogyakarta.

Di Kasultanan Ngayogyakarta sendiri perayaan sekaten terus berkembang dari tahun ke tahun pada dasarnya terdapat tiga pokok inti antara lain.

  1. Dibunyikannya dua perangkat gamelan (Kannjeng Kayi Nagawilaga dan Kanjeng Kyai Guntur Madu) di Kagungan Dalem Pagongan Masjid Agung Yogyakarta selama 7 ahri berturut-turut kecuali Kami malam hinggga Jumat siang.
  2. Peringatan hari lahir Nabi Besar Muhammad pada tanggal 11 Maulud Malam. bertempat di serambi Kagungan Dalem Masjid Agung dengan Bacaan Riawayt Nbi oelh Abdi Dalem Kasultanan, para kerabat, pejabat, serta rakyat.
  3. Pemberian sedekah Ngarsa Dalem Sampean Dalam Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan berupa Hajad Dalem Gunungan dalam upacara Garebeg sebagai upacara puncak Sekaten.

Kegitan pendukung event tersebut telah diselenggarakan Pasar Malem Perayaan Sekaten selama 39 hari. Event inilah yang menjadi daya tarik bagi masyarakat Indonesia baik dalam maupun luar Yogyaakarta. Kamu suka dengan perayaan Sekaten? Nah semoga sejarah sekaten ini bisa menambah pengetahuan kamu ya! 🙂

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

Satu tanggapan pada “Ini Dia Sejarah Sekaten Yang Mungkin Kamu Penasaran Selama Ini”

Tinggalkan Balasan