Meneguk Jamu Batok Pasar Kotagede Racikan Mbah Dawimah

Titipku.com – Pasar Kotagede merupakan salah satu pasar yang sarat akan sejarah kota Yogyakarta. Nah jika kamu sudah terlalu sering singgah ke pasar Beringharjo saat ke Jogja, coba sempatkan untuk jelajahi pasar Legi Kotagede. Pasar ini berada di jantung kota Kotagde. Yang mana suasana yang lebih tradisional dibanding pasar-pasar lain.

Saat kamu singgah ke pasar ini, pandanganmu tentu tidak akan lekang dari ibbu-ibu pemilik kios dagangan yang mengenakan pakaian Jawa, misalnya jarik atau kain tradisional, untuk membebat tubuh mereka sebagai ganti rok. Baca Selengkapnya

Perjuangan Mbah Jum Dibalik Kriuknya Kerupuk!

kisah mbah JumHapus istilah: kisah pedagang pasar kisah pedagang pasarHapus istilah: story pedagang story pedagangHapus istilah: pasar kolombo pasar kolomboHapus istilah: pedagang pasar kolombo pedagang pasar kolomboHapus istilah: pasar di jogja pasar di jogja

Jualan ala orang tua itu terserah, buat hiburan. kalau hanya di rumah stress.

Titipku.com – Perjalanan di pasar Kolombo kami lanjutkan untuk singgah ke salah satu kios khusus kerupuk. Ya, kerupuk yang bergantung, kerupuk dengan wadah plastik jumbo, hadir di sekitar nenek ini. Namanya mbah Jum, sosok wanita tua yang masih saja suka bercanda. Memang mungkin disinilah daya tarik pembeli, selain pada kerupuknya yang beraneka ragam, beliau juga ramah menyapa pengunjung dengan candaannya.

Sebagaimana pedagang pagi lainnya, beliau mulai menata dagangannya dari jam 6 pagi. Usainya selepas dhuhur, sekitar jam 12. Bukan main, pasar Kolombo yang lokasinya berada di jalan Kaliurang Sleman, beliau pulangnya di Bantul, di jalan Imogiri barat dekat Stadion Bantul. Baca Selengkapnya

Ramaikan Jualannya Mbah Wasini, Pedagang Ketela Pasar Prawirotaman

pedagang pasar. pedagang ketela,

Titipku.com – Sebuah pasar yang lokasinya berada di kawasan kampung turis. Pasar Prawirotaman namanya. Pasar ini merupakan salah satu pasar dengan kepadatan pedagang dan pengunjung setiap paginya. Untuk menilik kawasan pasar prawirotaman ini cukup mudah. Ketika kamu menyusur jalan Parangtritis, temukan keramaian becak dan lalu lalang orang di kiri jalan. Dari muka pasar, deretan pedagang penjual dagangan pasar cukup menghiasi pagi itu.

Menapaki jalanan dalam pasar, para pedagang menyambut kami. Usai berkeliling hingga ke ujung pasar kios ikan segar. Kami berbelok ke kanan jalan dan menjumpai pedagang usia lanjut. Ya, lagi-lagi wanita yang usianya sudah senja. Pada pagi itu ia hanya seorang diri, kanan-kirinya tak ada siapapun. Baca Selengkapnya

Mbah Diyo, Pedagang Garam Pasar Kolombo Sudah Banyak ‘Makan Garam’

mbah Diyo, mbah pedagang

Titipku.com – Di kawasan Jalan Kaliurang KM 7 bagian kanan jalan jika kamu berkendara dari Ring Road, bangunan renovasi wajah baru pasar Kolombo membuatmu otomatis menoleh. Pasar yang menghimpun ratusan pedagang ini menjadi pusat jual beli tradisional untuk kawasan Condongcatur dan sekitarnya. Aneka kain yang bergantung sesuai dengan usia, buah dan sayur yang tak kalah memantik mata. Dan disudut pasar bagian utara, ada satu yang memantik hati kami untuk singgah dan berbincang dengan beliau. Baca Selengkapnya

Kisah Mbah Sapini, Pedagang Alat Dapur Pasar Prawirotaman

pedagang pasar, kisah pedagang pasar, pedagang alat dapur pasar prawirotaman

Titipku.com – Udara pagi menyambut langkah kami yang mengetuk lantai pasar Prawirotaman. Sesak. Kesan pertama kami memasuki kawasan Prawirotaman. Di lorong lalu lalang pembeli, pedagangpun berbaris memenuhi jalan. Kini, kanan kiri pasar Prawirotaman hanya setapak gang. Saling senggol di pasar ini sepertinya tidak mengherankan bagi siapapun yang sedang mencari aneka kebutuhan barang. Penyusuran kami untuk menilik belanja pagi terhenti pada sosok seorang nenek di lorong ujung utara pasar Prawirotaman. Beliau Mbah Sapini, seorang pedagang alat dapur pasar Prawirotaman. Baca Selengkapnya

Kisah Pak Sunarno, Pedagang Bakso, Rolade, Nugget dari Pasar Legi Bugisan

Titipku.com – Jualannya Bakso, Rolade, dan sejenisnya. Sembari beberes tim Titipku sempat berbincang dengan lelaki yang mulai tua ini. Namanya pak Sunarno. Begitu sapanya saat berkenalan dengan tim Titipku.

Rutinitas paginya di pasar dimulai dari jam 6 pagi. Usainya sesuai jadwal pasar selesai, sekitar jam 12 hingga jam 1 siang.

Para pedagang yang berjualan di pasar Legi Bugisan ini tidak dari lokasi yang dekat. Namun dari beberapa lokasi yang nampak jauh dari pasar. Kalau sebelumnya kamu pernah menyimak kisah mbah Pon yang berasal dari pantai Samas, beliau berasal dari Bantul Kota. Dekat dengan masjid Agung Bantul. Baca Selengkapnya

Beli Beras Ketan dan Bumbu Dapur, Singgahi Lapak Mbah Ponirah Pojok Pasar Legi

mbah ponirah pedagang beras ketan pasar legi bugisan

Titipku.com – Pagi itu kami setir motor menyusuri aspal kota Yogyakarta dan saling bertemu di pasar Legi Patangpuluhan (Bugisan). Jika teman-teman menyimak, perjalanan ke pasar Legi Bugisan ini sudah kami dahului dengan menjumpai Bu Badingah Penjual Jenang dan Mbah Muginem Penjual Tahu.

Apabila kamu tipe orang yang suka berbelanja area depan pasar, pastinya kamu tidak akan menjumpai mbah Ponirah penjual beras dan bumbu dapur ini.

“Ya hanya begini jualannya simbah, bawang merah bawang putih, lombok, beras ketan. Harga beras ketan 13.500, bawangnya ada yang 16 ribu, ada yang 20 ribu tergantung pada jenis bawangnya. Kalau cabainya ini 22 ribu per kg, nah kalau cabai merahnya 18 ribu. Hanya ya ndak mesti soalnya naik turun naik turun.” Baca Selengkapnya

Tentang Mbah Muginem, Pedagang Tahu Pasar Legi Bugisan

mbah muginem pedagang tahu pasar legi

Titipku.com – Kembali menilisik kisah pedagang yang rerata punya sisi menarik. Kali ini tim Titipku berkesempatan menemui pedagang tahu yang memiliki semangat di usia senja. Salah seorang dari beberapa yang kami temui bernama Mbah Muginem.

Di perempatan los, beliau duduk sembari menunggu pembeli menghampirinya untuk menghabiskan tahunya. Tahu putih yang dijajakan per plastik. Di atas ember tersebut adalah tempat beranyam bambu atau dalam bahasa Jawa sering disebut tampah.

Mbah Muginem, Pedagang Tahu Pasar Legi Bugisan

“Ini ada yang 5000, ada yang 6000.” terangnya sembari menunjuk tahu putih yang dijajakannya. Terlihat tahu tersebut kenyal dan terbayang saat sudah digoreng. Baca Selengkapnya

Manis Jenang Semanis Senyum Mbah Badingah, Penjual Jenang Pasar Legi Bugisan

Mbah Badingah Penjual Jenang Pasar Legi Bugisan

Titipku.com – Memasuki kawasan pasar, tim Titipku disambut oleh deretan pedagang dengan tradisi wajib di pasar tradisional. “Komplit komplit… pedes” Begitu permintaan salah satu pembeli di sebelah kanan. Menyusur beberapa los, kami menjumpai kendil menghadap penjual yang sedang duduk menunggu pembeli. Seketika kami menghampiri, senyum ramahnya terbentang dan menawarkan jajanannya dengan logat bahasa Jawa halus.

Jenang empol tigang ewu. (Jenang gempol tiga ribu)” Sapa ibu yang kami sapa dengan sebutan mbah. Beliau mbah Badingah, penjual jenang pasar Legi Bugisan. Baca Selengkapnya

Kisah Mbah Widi, Pedagang Produk Anyaman Bambu Pasar Godean

pedagang pasar Godean, kisah mbah widi, mbah widi pasar godean, kisah mbah widi pedagang produk anyaman bambu, anyaman bambu pasar godean,

Titipku.com – Pasar Godean menjadi salah satu pasar yang memiliki banyak pedagang-pedagang ramah dengan senyum khas orang Jogja. Sementara itu, dari sekian banyaknya pedagang, tim Titipku menjumpai salah seorangnya yang menjual produk dari anyaman bambu. Sebut saja ada bakul mini, tampah mini hingga tampah besar, adapula pelengkapnya seperti centong nasi dari kayu, talenan kayu, dan lainnya.

Mbah Widi begitu sebutan akrabnya saat menemui tim Titipku. Dialah salah seorang pedagang produk anyaman bamboo yang kami temui kala itu. Nenek dengan baju batik cokelat, serasi dengan jarik yang dikenakannya juga. Tengok kanan kiri dan melakukan negosiasi khas pedagang dan pembeli pasar tradisional. Baca Selengkapnya