Beli Beras Ketan dan Bumbu Dapur, Singgahi Lapak Mbah Ponirah Pojok Pasar Legi

mbah ponirah pedagang beras ketan pasar legi bugisan

Titipku.com – Pagi itu kami setir motor menyusuri aspal kota Yogyakarta dan saling bertemu di pasar Legi Patangpuluhan (Bugisan). Jika teman-teman menyimak, perjalanan ke pasar Legi Bugisan ini sudah kami dahului dengan menjumpai Bu Badingah Penjual Jenang dan Mbah Muginem Penjual Tahu.

Apabila kamu tipe orang yang suka berbelanja area depan pasar, pastinya kamu tidak akan menjumpai mbah Ponirah penjual beras dan bumbu dapur ini.

“Ya hanya begini jualannya simbah, bawang merah bawang putih, lombok, beras ketan. Harga beras ketan 13.500, bawangnya ada yang 16 ribu, ada yang 20 ribu tergantung pada jenis bawangnya. Kalau cabainya ini 22 ribu per kg, nah kalau cabai merahnya 18 ribu. Hanya ya ndak mesti soalnya naik turun naik turun.” Baca Selengkapnya

Tentang Mbah Muginem, Pedagang Tahu Pasar Legi Bugisan

mbah muginem pedagang tahu pasar legi

Titipku.com – Kembali menilisik kisah pedagang yang rerata punya sisi menarik. Kali ini tim Titipku berkesempatan menemui pedagang tahu yang memiliki semangat di usia senja. Salah seorang dari beberapa yang kami temui bernama Mbah Muginem.

Di perempatan los, beliau duduk sembari menunggu pembeli menghampirinya untuk menghabiskan tahunya. Tahu putih yang dijajakan per plastik. Di atas ember tersebut adalah tempat beranyam bambu atau dalam bahasa Jawa sering disebut tampah.

Mbah Muginem, Pedagang Tahu Pasar Legi Bugisan

“Ini ada yang 5000, ada yang 6000.” terangnya sembari menunjuk tahu putih yang dijajakannya. Terlihat tahu tersebut kenyal dan terbayang saat sudah digoreng. Baca Selengkapnya

Manis Jenang Semanis Senyum Mbah Badingah, Penjual Jenang Pasar Legi Bugisan

Mbah Badingah Penjual Jenang Pasar Legi Bugisan

Titipku.com – Memasuki kawasan pasar, tim Titipku disambut oleh deretan pedagang dengan tradisi wajib di pasar tradisional. “Komplit komplit… pedes” Begitu permintaan salah satu pembeli di sebelah kanan. Menyusur beberapa los, kami menjumpai kendil menghadap penjual yang sedang duduk menunggu pembeli. Seketika kami menghampiri, senyum ramahnya terbentang dan menawarkan jajanannya dengan logat bahasa Jawa halus.

Jenang empol tigang ewu. (Jenang gempol tiga ribu)” Sapa ibu yang kami sapa dengan sebutan mbah. Beliau mbah Badingah, penjual jenang pasar Legi Bugisan. Baca Selengkapnya

Kisah Mbah Widi, Pedagang Produk Anyaman Bambu Pasar Godean

pedagang pasar Godean, kisah mbah widi, mbah widi pasar godean, kisah mbah widi pedagang produk anyaman bambu, anyaman bambu pasar godean,

Titipku.com – Pasar Godean menjadi salah satu pasar yang memiliki banyak pedagang-pedagang ramah dengan senyum khas orang Jogja. Sementara itu, dari sekian banyaknya pedagang, tim Titipku menjumpai salah seorangnya yang menjual produk dari anyaman bambu. Sebut saja ada bakul mini, tampah mini hingga tampah besar, adapula pelengkapnya seperti centong nasi dari kayu, talenan kayu, dan lainnya.

Mbah Widi begitu sebutan akrabnya saat menemui tim Titipku. Dialah salah seorang pedagang produk anyaman bamboo yang kami temui kala itu. Nenek dengan baju batik cokelat, serasi dengan jarik yang dikenakannya juga. Tengok kanan kiri dan melakukan negosiasi khas pedagang dan pembeli pasar tradisional. Baca Selengkapnya

Bumbu Dapur Cuma Seribu, Tak Masalah Bagi Mbah Paminem Arjo Utomo

Titipku.com – Ingin rasanya jelajah dan belajar banyak tentang wirausaha sekaligus arti keikhlasan bersama dengan lebih pedagang di Pasar Godean. Ya, di tengah sibuknya melayani pembeli, mereka tetap ramah untuk sekedar diajak mengobrol perihal kesehariannya.

Sebelumnya, tim Titipku telah memetik cerita hidup dari Mbah Jum pedagang wajik dan jenang, juga ada Bu Ponirah pedagang bunga tabur. Berikutnya, tak kalah menarik dari usaha dan penghasilan seorang nenek berusia 78 tahun berikut ini. Dialah mbah Paminem Arjo Utomo. Katanya, cukup panggil mbah Paminem atau mbah Arjo. Baca Selengkapnya

Kisah Mbah Jum, Penjual Wajik dan Jenang Pasar Godean

mbah jum, mbah jum penjual wajik, mbah jum penjual wajik dan jenang, wajik dan jenang pasar, pasar Godean, pedagang pasar godean, penjual pasar godean,

Titipku.com – Bagi yang gemar wisata dengan jalur ke arah Kulon Progo, pasti tidaklah asing menilik pasar Godean yang letaknya berada di kanan jalan kalau dari arah Jogja kota. Pasar Godean menjadi salah satu pasar tradisional dengan pedagang-pedagang yang ramah dan terbuka. Kebetulan tim Titipku berkesempatan jelajah pasar Godean ini dan menjumpai salah satu pedagang yang membuat trenyuh hati. Beliau mbah Jum, penjual wajik dan jenang pasar Godean.

Mbah Jum Sudah Cukup Tua

Mbah Jum, begitu sapaan dirinya saat berkenalan dengan kami. Sembari menunggu pembeli datang, beliau menta wajik, jenang (dodol). Dan sesekali memastikan pembelinya berhenti dan menanyakan dagangannya. Baca Selengkapnya

Setangkup Kisah Bu Ponirah, Penjual Bunga Tabur Pasar Godean

penjual bunga tabur pasar godeanHapus istilah: penjual bunga tabur penjual bunga taburHapus istilah: penjual kembang tabur jogja penjual kembang tabur jogjaHapus istilah: penjual kembang tabur penjual kembang taburHapus istilah: pedagang kembang tabur pedagang kembang taburHapus istilah: pedagang bunga tabur Jogja pedagang bunga tabur pasar Godean pedagang bunga tabur Jogja pedagang bunga tabur pasar GodeanHapus istilah: pasar godean pasar godeanHapus istilah: pasar godean lokasi pasar godean lokasiHapus istilah: lokasi pasar godean lokasi pasar godeanHapus istilah: pasar godean jogja pasar godean jogjaHapus istilah: asal usul pasar godean asal usul pasar godeanHapus istilah: pasar pasarHapus istilah: pasar di jogja pasar di jogjaHapus istilah: pasar tradisional pasar tradisionalHapus istilah: pasar jogja pasar jogjaHapus istilah: pasar murah jogja pasar murah jogja

Titipku.com – Suatu pagi di pasar Godean, pasar yang lokasinya sekitar 30 km dari pusat kota. Di luar lingkar jalan atau yang biasa disebut orang Jogja, Ring Road. Mentari hangat yang mencium kulit, mobil dan motor yang saling berpapasan, dan bapak berseragam oranye menawarkan diri untuk merapikan motor tim Titipku pagi itu.

Dari muka pasar, pengunjung akan disambut nama pasar beserta aksara Jawanya di bagian bawah, Pasar Godean. Memasuki pasar, aroma baju baru menyambut langkah kami. Cukup rapi dan bersih untuk kategori pasar yang dekat dengan pedesaan di luar ring road Jogja. Baca Selengkapnya

Semangat ala Pak Slamet, Pedagang Sayur Pasar Giwangan

Jualan di pasar Giwangan itu, refreshing!

Titipku.com – Dialah pak Slamet. Salah satu pedagang sayur mayur dan bumbu dapur di pasar Giwangan. Di sela-selanya ia menatap lalu lalang, hampiri ia untuk mengurangi sayur mayurnya hari ini. 65 tahun sudah bukan lagi usia muda sebenarnya. Apalagi sudah diramaikan oleh 7 cucu dari keempat anaknya sudah berkeluarga.

Lelaki yang masih bersemangat ini rupanya berasal dari Berbah, Sleman. Huniannya tidak jauh dari kawasan wisata candi Abang dan juga pabrik rokok Sampurna. Jika ditarik jarak, bisa ditempuh sekitar 35 menit dari pasar Giwangan. Baca Selengkapnya

Secarik Kisah Sang Pedagang Buah Pasar Beringharjo

edagang buahHapus istilah: pedagang buah pasar. pedagang buah pasar beringharjo pedagang buah pasar. pedagang buah pasar beringharjoHapus istilah: pedagang ukm di pasar beringharjo pedagang ukm di pasar beringharjoHapus istilah: kisah pedagang buah pasar beringharjo kisah pedagang buah pasar beringharjo
#Liputan Langsung Bu Sura, Pedagang Buah Pasar Beringharjo

Ttitipku – Adalah bu Sura, salah seorang pedagang buah di pasar Beringharjo. Namun bukan buah komplit sebagaimana pedagang kios buah. Bu Sura hanya menjajakan beberapa buah seperti jeruk, anggur, belimbing, serta apel. Ia pun menjualnya tidak di los, namun di area lorong dekat tangga naik turun.

Duduk bersimpuh menunggu pembeli yang menghampiri. Kadang ia hanya terdiam dan mengamati setiap yang berlalu lalang. Usianya tidak lagi muda. Rupanya ia memiliki 7 anak dan sudah dihadiri 11 cucu.

  Baca Selengkapnya

Dawet Ireng Ngudi Roso, Pelepas Dahaga Usai Berburu Sayuran di Pasar Prambanan

dawet ireng prambanan, dawet hitam ngudi roso prambanan

Titipku – Tak sekedar di Jalan Kusbini, ada lokasi lain yang menghadirkan es dawet yang ketenarannya tidak lekang oleh zaman. Dawet Ireng Ngudi Roso-lah brand es dawet ini. Minuman khas Jawa yang mungkin orang lebih beken berasal dari Banjarnegara ternyata eksistensinya di Jogja cukup tersohor. Dinamai dawet ireng Prambanan karena dawetnya berwarna hitam keabuan. Nah Prambanannya adalah lokasinya yang berada di Prambanan, dekat juga dengan candi hindu terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Asyiknya Seruput Dawet Ireng Siang Hari

Usai berjalan-jalan menyusur sayur mayur pasar Prambanan, tidak sedikit orang yang memberhentikan langkahnya mengerumuni penuang dawet hitam di Dawet Ireng Ngudi Roso. Sebenarnya, ada banyak deretan penjual Dawet Ireng Prambanan. Namun yang paling terkenal adalah Dawet Ngudi Roso. Karena selain murah juga rasanya enak. Baca Selengkapnya