Stop Menggunakan Styrofoam, Gunakan Kemasan Food-grade!

fakta styrofoam, fakta tentang styrofoam, apakah styrofoam sebabkan kanker, styrofoam untuk makanan,

Titipku Meskipun belum secara resmi ditetapkan status lockdown atau karantina wilayah, pemerintah sudah menganjurkan agar masyarakat berdiam diri di rumah dan menghindari bepergian jika tidak terlalu penting. Warganet juga turut meramaikan tagar #dirumahaja sebagai bentuk kepedulian dan tindakan untuk mencegah penyebaran Virus Corona dengan tidak bepergian jika tidak diperlukan. 

Meskipun banyak masyarakat yang memilih untuk memasak makanan sendiri karena merasa lebih aman dan higienis, bisnis makanan pesan-antar tidak sepenuhnya berhenti. Beberapa orang tetap memilih untuk menggunakan layanan pesan-antar karena tidak repot dan tidak jenuh hanya memakan makanan yang itu-itu saja. 

fakta styrofoam, fakta tentang styrofoam, apakah styrofoam sebabkan kanker, styrofoam untuk makanan,
Illustrasi via Freepik

Masalahnya, pelaku bisnis makanan masih banyak yang menggunakan kemasan styrofoam dalam pengemasan makanannya. Styrofoam merupakan kemasan plastik yang berbahaya bagi kesehatan tubuh, sehingga ia digolongkan ke dalam kemasan non food-grade. Bahaya yang disebabkan oleh styrofoam bukan saat ia bersentuhan dengan makanan, tetapi ketika ia dipicu oleh suhu tertentu. Hal ini menjadi berbahaya karena styrofoam masih digunakan untuk mengemas makanan yang baru saja matang seperti nasi goreng, mie dogdog, atau burger. 

Suhu tinggi yang dikeluarkan oleh makanan yang baru saja matang itu dapat memicu styrofoam untuk mencemari makanan dengan zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. Meskipun sudah banyak pelaku bisnis makanan pesan-antar yang beralih ke kemasan food-grade, masih ada yang tetap menggunakan styrofoam dengan alasan styrofoam lebih murah, praktis, dan efisien. 

Untuk kamu pelaku UMKM makanan pesan-antar, segera beralih menggunakan kemasan food-grade. Di tengah mewabahnya Virus Corona, masyarakat semakin ingin menjaga kebersihan dan kesehatan dari makanan yang dikonsumsinya. Kamu dapat beralih menggunakan kemasan lain yang sudah teruji keamanannya.

Kaleng

Kaleng bisa menjadi alternatif untuk kemasan makanan cepat saji. Meskipun berbahan dasar lembaran baja yang dibalut timah, namun kadar timah tidak lebih dari 1%-1.25% dari berat kaleng tersebut. Ditambah lagi, kemasan di dalam kaleng masih dilapisi dengan lapisan non-metal agar tidak bereaksi dengan makanan atau minuman di dalamnya. Kekurangan kemasan kaleng adalah mudah penyok yang dapat menyebabkan kebocoran kemasan sehingga membuat makanan menjadi tidak steril. 

Kertas

Tidak semua kertas bisa dijadikan kemasan makanan lho! Hanya kertas yang termasuk food-grade saja yang boleh digunakan. kertas biasa seperti koran atau HVS bekas mengandung zat yang berbahaya ketika bersentuhan dengan makanan yang akan dikonsumsi. Kamu dapat menggunakan kertas yang berbahan dasar karton food-grade

Plastik Food-grade

Plastik yang digunakan untuk makanan atau minuman kemasan harus sesuai dengan standar. Plastik kemasan yang sudah food-grade memiliki kode tertentu di bawah kemasannya seperti PETE/PET, HDPE, PVC, LDPE, PP, PS, atau Other. Jenis penggunaan plastik food-grade tergantung dari kode yang tertera. Pastikan kamu tidak salah menggunakan plastik food-grade ya!

Untuk mendapatkan kemasan food-grade kamu bisa membelinya lewat Titipku. Titipku juga dapat membantu kamu untuk menentukan kemasan food-grade yang sesuai dengan bisnismu. Tunggu apalagi, yuk unduh Titipku sekarang!

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

Tinggalkan Balasan