Meningkatnya Produksi Masker Kain di Tengah Pandemi

Titipku – Masker kini menjadi barang yang dicari-cari oleh setiap orang di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia saja, masker menjadi barang yang berharga ketika pemerintah mengumumkan penggunaan masker bagi setiap individu ketika bepergian keluar rumah. Bahkan, sempat mencuat kasus penimbunan masker berjenis masker bedah/masker medis yang menyebabkan kekurangan masker bagi tenaga medis di rumah sakit.

Orang-orang kemudian berbondong-bondong berebut masker seperti yang dikenakan oleh para tenaga medis. Menurut data dari kementrian kesehatan, memang masker bedah memiliki tingkat perlindungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan masker kain. Karena ia terdiri dari tiga lapisan yang bersifat anti air dan dapat menyaring kuman. Terlebih untuk masker jenis N95 yang memiliki empat lapisan. Baca Selengkapnya

Cloth Mask: Model Masker Kain Keren untuk Kamu yang Berkacamata!

Titipku – Masker kain kini mulai banyak diproduksi di toko-toko ataupun usaha rumahan. Beragam model masker kain dengan corak dan warna yang menarik tersedia, dari motif batik, bunga-bunga, tribal, abstrak, sampai tokoh kartun. Kamu juga bisa ikut memesan kepada produsen masker kain atau justru menjahitnya sendiri di rumah. Dengan berbekal alat jahit seadanya dan kreasi kain warna-warni yang sudah tidak terpakai, kamu bisa membuat sendiri masker kain sesuai dengan keinginan.

Akan tetapi, bagi yang berkacamata, mengenakan masker kain memiliki kendala tersendiri, terutama jika model yang dipakai adalah earloop. Terkadang, saat ingin melepas masker kain dari telinga, kacamata juga ikut terlepas. Hal ini tentunya berpotensi merusak bagian tangkai kacamata. Disamping itu, masker kain yang digunakan juga harus sesuai standar lho. Baca Selengkapnya

Masker Kain juga Harus Sesuai Standar, Lho!

Titipku – Seiring dengan imbauan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masker menjadi barang wajib yang dipakai saat bepergian ke luar rumah demi mengurangi resiko penyebaran virus korona. Masker yang pada mulanya lebih diutamakan untuk pasien dan tenaga kesehatan, kini diharapkan dapat dipakai oleh semua kalangan. Terhitung sejak 6 April 2020, Presiden Joko Widodo secara resmi mewajibkan setiap masyarakat untuk mengenakan masker ketika berkegiatan di luar rumah.

Sejak dikeluarkan aturan resmi tersebut, permintaan masker kian melonjak. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah masker medis tetap diutamakan bagi pasien dan tenaga kesehatan, seperti dokter, perawat, dan petugas apotek. Adapun masyarakat yang tidak bekerja pada sektor kesehatan dan masih harus bekerja di luar rumah, disarankan untuk memakai masker nonmedis ataupun masker kain. Hal ini dimaksudkan agar masker medis serta APD atau alat pelindung diri tetap digunakan pada jalur yang tepat, yaitu dikhususkan untuk tenaga kesehatan. Baca Selengkapnya

Sudah Tahu Cara Mencuci Masker Kain yang Tepat?

Titipku – Masker adalah salah satu barang yang sangat dibutuhkan saat ini. Pemakaian masker diharapkan dapat menurunkan resiko penularan COVID-19. Sempat menjadi barang yang langka dan berharga fantastis, kini masker sudah banyak tersedia. 

Tak hanya masker sekali pakai, namun ada juga masker kain yang bisa digunakan beberapa kali dan bisa dicuci sendiri. Senangnya lagi, banyak UMKM yang bisa memproduksi masker dalam jumlah banyak sehingga semakin banyak pula masyarakat yang memiliki masker. Baca Selengkapnya

Yakin Sudah Pakai Masker dengan Benar? Cek Dulu Disini!

Titipku – Dalam menanggulangi pandemi COVID-19, masyarakat dihimbau untuk menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Disamping itu, masyarakat juga dihimbau untuk selalu menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah. Masker yang disarankan yaitu masker kain. 

Meskipun hingga kini penggunaan masker belum membuktikan dapat mencegah penularan virus corona, menurut Alodokter.com the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan penggunaan masker kain kepada masyarakat luas untuk menekan penyebaran virus korona, terutama oleh orang yang sudah terinfeksi virus korona namun tidak mengalami gejala apa pun dan tampak sehat-sehat saja. Baca Selengkapnya

Seberapa Efektif Hand Sanitizer untuk Usir Bakteri?

Kesehatan merupakan hal utama yang perlu kita jaga. Dengan memiliki tubuh yang sehat, tentu akan memudahkan kita dalam melakukan berbagai aktivitas. Kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh imunitas tubuh kita, namun juga lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kita perlu menjaga kebersihan agar bakteri maupun virus yang berada di sekeliling kita tidak dapat menembus masuk dalam tubuh.

Seiring adanya pandemi COVID-19, pemerintah telah melakukan berbagai upaya termasuk himbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan. Salah satunya dengan rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Cuci tangan ini dirasa mampu menghilangkan bakteri-bakteri yang menempel pada tangan. Tekniknyapun ada sendiri, diawali dengan membasuh telapak tangan yang diberi sabun kemudian menggosok-gosokkan sampai busanya keluar, lalu dilanjutkan dengan punggung tangan, celah jari-jari hingga ibu jari. Busa harus merata ke seluruh permukaan tangan. Barulah dibilas dengan air bersih yang mengalir. Baca Selengkapnya

3 Kegiatan #DiRumahAja yang Bisa Kamu Lakukan!

Titipku – Dalam menghadapi virus korona, Presiden Joko Widodo memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dalam mendukung program tersebut pemerintah menyarankan masyrakat untuk tidak beraktivitas di luar rumah. Sebelumnya, gerakan #DiRumahAja telah digaungkan oleh masyarakat Indonesia dalam memerangi COVID-19 yang sudah menyebar di seluruh dunia. Tak hanya Indonesia, program #DiRumahAja atau juga bisa disebut sebagai karantina diri juga dilakukan di berbagai negara, seperti Italia, Malaysia, Korea, dan lainnya.  Baca Selengkapnya

Fakta Penting Tentang Hand Sanitizer, Cek Dulu Yuk!

Titipku – Hand sanitizer mungkin saat ini menjadi barang yang paling dicari masyarakat. Pasalnya pandemi COVID-19 menjadi isu yang sangat serius dan mewajibkan masyarakat Indonesia menjaga kebersihannya. Kebersihan tangan menjadi hal yang sangat vital untuk memutus penyebaran virus korona yang melanda hampir di seluruh dunia. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu mencuci tangan sesering mungkin jika berkativitas di luar ruangan.

Namun akses air mengalir dan bersih mungkin susah ditemukan di beberapa lokasi saat bepergian. Sehingga hand sanitizer menjadi satu diantara solusi untuk membersihkan tangan. Bahkan saat ini hand sanitizer menjadi produk yang paling laris dan dicari oleh masyarakat. Namun sebelum menggunakan hand sanitizer kamu wajib mengulik fakta di baliknya! Ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan hand sanitizer. Baca Selengkapnya

Perubahan Regulasi Masker, Sudah Tahu?

Titipku – Di awal menyebarnya pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease) hampir seluruh masyarakat Indonesia berbondong-bondong untuk membeli masker dan hand sanitizer. Hal ini dilakukan oleh orang yang sakit maupun sehat. Akibatnya, tenaga medis kesulitan untuk mendapatkan masker, serta tempat-tempat umum pun kesulitan untuk menyediakan hand sanitizer. Mungkin masyarakat berpikir bahwa masker dapat melindungi mereka dari virus korona dalam berkegiatan sehari-sehari, dan hand sanitizer lebih praktis digunakan kapan saja. Baca Selengkapnya

Cuci Tangan Ada Caranya? Simak Anjuran WHO!

Titipku – Sejak awal mewabahnya COVID-19 (virus korona), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai menganjurkan seluruh masyarakat di dunia untuk mencuci tangan menggunakan sabun secara berkala agar mengurangi persebaran virus korona. Membersihkan tangan menggunakan cairan berbasis alkohol (hand sanitizer) juga dapat menjadi alternatif jika kesulitan mendapatkan sabun dan air. 

Mencuci tangan menggunakan sabun terbukti efektif untuk membunuh kuman dan virus yang menempel di tangan kamu dengan catatan, cara mencuci tangan sudah sesuai dengan standar yang ada. Permasalahan cuci tangan mungkin terdengar sepele, sehingga banyak orang mencuci tangan asal-asalan atau sembarangan. Akibatnya, kuman dan virus yang kemungkinan menempel di tangan kamu tidak semuanya terbunuh.  Baca Selengkapnya