Rawat Produk Bambu dengan Cara Ini Agar Awet!

Titipku-Bambu, tanaman ini bukan tanaman yang asing di Indonesia. Sebab tanaman yang identik dengan makanan hewan imut panda ini sering dijadikan sebagai produk kerajinan yang bermanfaat.

Bambu sering di sulap menjadi produk furniture seperti meja dan kursi, kerajinan seperti hiasan ruangan, bahkan juga dapat digunakan sebagai bangunan rumah.

Di pulau Dewata Bali, bahan bambu bahkan juga dijadikan sebagai tas fashion yang cukup mendunia. Tas bambu sempat mengalami trending topik setelah digunakan beberapa artis atau fashion blogger terkenal loh. Baca Selengkapnya

Jalani Usaha Turun Temurun, Pengrajin Bambu Asal Jogja Setia Dengan Produk Ramah Lingkungan

bambu, kerajinan bambu,

Titipku – Siti Chairiyah warga Karangasem, Condongcatur, Sleman merupakan seorang pengrajin bambu yang telah menjalani usahanya secara turun temurun. Usaha tersebut telah berlangsung lama dari genereasi ke generasi hingga turun pada Siti. Bahkan Siti mengaku telah mempelajari pembuatan kerjainan bambu saat dirinya masih berusia muda Bersama sang nenek.

Produk dari kerajinan bambu yang ia namai sebagai Bambu Barokah itu berupa alat-alat rumah tangga seperti tempat nasi atau dalam Bahasa Jawa disebut wakul, piring, tambir, tampah dan lain-lain. Nama Bambu Barokah sendiri menurut penuturan Siti saat melakukan sesi wawancara bersama penjelajah Titipku memiliki makna berarti. Siti mengungkapkan bahwa produksa menjadi berkah bagi dirinya, konsumen, maupun lingkungan.  Baca Selengkapnya

Kerajinan Bambu dari Desa Wisata Brajan

Desa Wisata Brajan merupakan desa yang dikenal sebagai desa sentra kerajinan bambu yang terletak di desa Sendang Agung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 20  Km arah barat pusat kota Yogyakarta.

Sebagai awal perjalanan dari Tugu Yogyakarta, ke arah barat, ke Jalan Godean, ke jurusan Kalibawang. 200 m sebelum terminal pingitan, diketemukan jalan masuk ke utara, masuk ke jalan itu. Sampai dipertigaan (kurang lebih 500 meter) lalu belok kanan. Ikuti jalan tersbut kurang lebih 2 km. Tidak usah kuatir tersesat karena sepanjang jalan ada papan petunjuk ke Desa Wisata Brajan.

Brajan dikenal sebagai desa wisata kerajinan bambu karena 98 persen penduduknya adalah perajin bambu. Nama Brajan sendiri diambil dari nama Kyai Braja Sentiko, seorang pertapa yang mengajarkan kerajinan anyaman dari bambu untuk keperluan upacara adat. Ketika Kyai Braja meninggal, desa itu dinamai Brajan. Pada masa itu, maypritas penduduk setempat pencahariannya adalah petani. Diwaktu luang banyak yang membuat peralatan dapur dari anyaman bambu, besek, wakul dan pincuk. Baca Selengkapnya