3 Kegiatan #DiRumahAja yang Bisa Kamu Lakukan!

Titipku – Dalam menghadapi virus korona, Presiden Joko Widodo memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dalam mendukung program tersebut pemerintah menyarankan masyrakat untuk tidak beraktivitas di luar rumah. Sebelumnya, gerakan #DiRumahAja telah digaungkan oleh masyarakat Indonesia dalam memerangi COVID-19 yang sudah menyebar di seluruh dunia. Tak hanya Indonesia, program #DiRumahAja atau juga bisa disebut sebagai karantina diri juga dilakukan di berbagai negara, seperti Italia, Malaysia, Korea, dan lainnya.  Baca Selengkapnya

4 Pasar Tradisional Hits di Jogja!

Titipku – Pada era modern saat ini, keberadaan pasar tradisional sepertinya akan tetap terus eksis. Meskipun banyak gedung mall yang dibangun di Yogyakarta, pasar tradisional tak pernah sepi akan pembeli.  Bahkan bukan cuma masyarakat Yogyakarta yang berdatangan, namun banyak pasar tradisional yang digemari oleh wisatawan untuk sekedar mencuci mata ataupun berbelanja.

Yuk simak deretan pasar tradisional yang hits di Yogyakarta:

  1. Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo merupakan pasar ikonik yang banyak dikunjungi wisatawan maupun masyarakat Jogja. Pasar yang ada di ujung Jalan Malioboro ini menjadi pasar terlengkap di Jogja lho.  Baca Selengkapnya

Rawat Produk Bambu dengan Cara Ini Agar Awet!

Titipku-Bambu, tanaman ini bukan tanaman yang asing di Indonesia. Sebab tanaman yang identik dengan makanan hewan imut panda ini sering dijadikan sebagai produk kerajinan yang bermanfaat.

Bambu sering di sulap menjadi produk furniture seperti meja dan kursi, kerajinan seperti hiasan ruangan, bahkan juga dapat digunakan sebagai bangunan rumah.

Di pulau Dewata Bali, bahan bambu bahkan juga dijadikan sebagai tas fashion yang cukup mendunia. Tas bambu sempat mengalami trending topik setelah digunakan beberapa artis atau fashion blogger terkenal loh. Baca Selengkapnya

Kerajinan Pahat Batu Muntilan Cocok Menjadi Oleh-Oleh Anti Mainstream

Titipku- Magelang merupakan kabupaten tempat Candi Borobudur berada. Letaknya yang berdampingan dengan Jogja, membuat Candi Borobudur sering disebut berada di Yogyakarta. Selain candi, Magelang juga memiliki banyak destinasi wisata sehingga dijadikan destinasi wisata.

Magelang juga memiliki kerajinan yang khas. Bagi Kamu yang melewati jalan Magelang, pasti pernah melihatnya. Terutama menuju kawasan Candi Borobudur. Sudah bisa menebak?Yep.

kerajian pahat batu merupakan salah satu kerajinan khas magelang.

Kerajinan batu. Lebih tepatnya, kerajinan pahat batu Muntilan. Selain dekat dengan kawasan Candi, semakin sering Kamu menjumpai kerajinan ini, menandakan bahwa kamu berada di Muntilan. Banyak pengrajin pahat batu d kanan-kiri ruas jalan.  Baca Selengkapnya

Produk Kerajinan Khas Jogja yang Bisa Kamu Borong di Pasar Beringharjo

Titipku- Siapa sih yang nggak suka berburu oleh-oleh saat mampir ke luar kota? Nah mungkin Yogyakarta menjadi salah satu kota incaran untuk berburu produk-produk khas.

Pasar Beringharjo yang terletak di jantung kota Yogyakarta menjadi incaran wajib bagi para pelancong. Pasar yang cukup besar ini tak pernah sepi dari pengunjung.

Terlebih saat momen lebaran tiba, pengunjung Pasar Beringharjo akan semakin membludak dari hari biasanya.

Ramainya Pasar Beringharjo bukan tanpa sebab. Usut punya usut, pasar ini cukup lengkap loh. Pasar Beringharjo menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat hingga pelancong.  Baca Selengkapnya

Kerajinan Bambu dari Desa Wisata Brajan

Desa Wisata Brajan merupakan desa yang dikenal sebagai desa sentra kerajinan bambu yang terletak di desa Sendang Agung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 20  Km arah barat pusat kota Yogyakarta.

Sebagai awal perjalanan dari Tugu Yogyakarta, ke arah barat, ke Jalan Godean, ke jurusan Kalibawang. 200 m sebelum terminal pingitan, diketemukan jalan masuk ke utara, masuk ke jalan itu. Sampai dipertigaan (kurang lebih 500 meter) lalu belok kanan. Ikuti jalan tersbut kurang lebih 2 km. Tidak usah kuatir tersesat karena sepanjang jalan ada papan petunjuk ke Desa Wisata Brajan.

Brajan dikenal sebagai desa wisata kerajinan bambu karena 98 persen penduduknya adalah perajin bambu. Nama Brajan sendiri diambil dari nama Kyai Braja Sentiko, seorang pertapa yang mengajarkan kerajinan anyaman dari bambu untuk keperluan upacara adat. Ketika Kyai Braja meninggal, desa itu dinamai Brajan. Pada masa itu, maypritas penduduk setempat pencahariannya adalah petani. Diwaktu luang banyak yang membuat peralatan dapur dari anyaman bambu, besek, wakul dan pincuk. Baca Selengkapnya