Mari Mengenal Apa Itu UMKM

apa itu umkm, umkm itu apa,
Titipku – Dalam artikel sebelumnya banyak disinggung kata UMKM. Untuk yang sudah mengerti UMKM mungkin artikel ini mungkin bisa di skip. Tapi buat kalian yang belum mengerti sama sekali mengenai UMKM. Silakan disimak baik-baik artikel berikut tentang apa itu UMKM. Semoga bermanfaat. UMKM sendiri merupakan akronim dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Jadi UMKM adalah segala usaha yang sedang dikerjakan dan masih dalam skala Mikro, Kecil dan Menengah. Lalu apa batasan antara Mikro, Kecil dan Menengah. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Yang membedakan adalah jumlah aset dan pendapatan antar ketiganya.

Usaha Mikro

Usaha dapat digolongkan usaha Mikro ketika mempunyai aset maksimal 50 juta dan memiliki pendapatan maksimal 300 juta. Usaha boleh dimilki perorangan atau berbentuk badan usaha. Salah satu contohnya adalah warung kelontong depan komplek kalian.

Usaha Kecil

Selanjutnya usaha dapat digolongkan usaha Kecil ketika usaha tersebut memiliki aset 50 juta-500 juta menurut undang -undang, dan mendapatkan omset 300 juta-2,5 miliar. Sama seperti usaha Mikro, pemilik usaha bisa merupakan perorangan atau badan usaha.

Usaha Menengah

Terakhir adalah usaha tingkat Menengah. Usaha dapat dikatakan menengah ketika memiliki aset 500 juta-2.5 miliar dan mendapatkan omset sebesar 2.5 miliar-50 miliar berdasarkan undang-undang. Usaha menengah juga dimiliki perseorangan dan tidak boleh anak perusahaan. Beberapa contoh UMKM adalah pedagang bakso, penjual batik produksi rumahan atau penjual gerabah. Mereka memiliki usaha yang memenuhi kriteria sebagai UMKM. Masih ada banyak lagi UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Peran UMKM

Peran UMKM penting bagi perekonomian Indonesia karena banyak sekali orang yang menggantungkan hidupnya sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menegah ini. Jadi tidak mengherankan pemerintah memberi perhatian kepada sektor ini. Selain itu, dikutip dari GoUKM.id menyebutkan bahwa UMKM menyumbangkan 50% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sektor yang menjadi penting adalah perdagangan dan pertanian. Dalam web tersebut juga mengatakan bahwa UMKM menyumbang ekspor lebih dari 15 % dari jumlah ekspor seluruhnya. Angka tersebut naik daripada angka dua tahun yang lalu. Terkadang UMKM disamakan dengan startup. Padahal dalam kenyataannya ini adalah dua hal yang berbeda. Mungkin persamaannya adalah keduanya merupakan rintisan usaha yang dilakukan perseorangan atau badan usaha. Terdapat perbedaan diantara keduanya. Pertama adalah dari jenis usahanya. Jika UMKM lebih kepada menciptakan atau menjual-belikan produk tetapi jika startup lebih kepada menyajikan jasa untuk usaha mereka. Misalnya UMKM adalah penjual batik khas Yogyakarta dan contoh startup adalah jasa fotografi dan videografi nikahan. Kedua adalah penggunaan teknologi untuk usahanya, jika UMKM menggunakan teknologi hanya untuk sekedarnya tetapi startup sangat tergantung dengan teknologi yang dipakai. Contohnya penggunaan internet. UMKM menggunakan internet untuk kebutuhan biasa. Tetapi startup mungkin akan sangat kesulitan jika tidak ada internet. Terakhir adalah skala produksi. Jika UMKM memerlukan sumber daya untuk memproduksi barang atau produknya. Jadi UMKM lebih terbatas karena harus mengeluarkan modal besar untuk produksi yang besar. Tetapi tidak untuk startup, di startup tidak memerlukan sumber daya yang banyak untuk memproduksi jasanya. Itu adalah beberapa penjelasan mengenai UMKM. Jika kalian ingin mengenal UMKM lebih jauh kalian bisa install Aplikasi Titipku. Di Aplikasi tersebut kalian bisa menemukan banyak sekali UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Kalian juga bisa berkeliling mereview UMKM dan mendapat reward dari aplikasi Titipku. Tunggu apa lagi. Langsung saja download aplikasi Titipku. See you! Artikel kiriman dari Abruron Baharsyah