6 Tahapan Inovasi mencapai kesuksesan by Harvard University

Tahapan Inovasi merupakan contoh pengembangan inovasi yang menggunakan enam langkah inovasi Harvard adalah inovasi yang dilakukan oleh Tesco.

Tesco,  yang juga dikenal dengan nama Homeplus adalah toko swalayan terbesar nomor 2 di Korea. Pesaing utamanya adalah E-mart yang memjiliki jumlah toko lebih banyak dibandingkan dengan Tesco. Bagaimana cara tesco mengalahkan e-mart dengan menggunakan inovasi sebagai model ?

inovasi Harvard
Tahapan Inovasi harvard

 

  • Persiapan 

Tesco menetapkan tujuannya, yaitu menjadi swalayan terbesar diKorea. Tesco menyiapkan rencana kerja untuk mencapai tujuan tersebut.

  • Identifikasi peluang dan tantangan

Tesco mempelajari perilaku bangsa korea. Orang korea adalah pekerja keras nomor 2 di dunia. Begitu sibuknya mereka bekerja, sampai tidak ada waktu unutuk belanja kebutuhan sehari hari di swalayan. Hal itu menjadi tantangan bagi semua swalayan di Korea.

  • Berpikir divergen

Staf Tesco kemudia melakuka brainstoarming dalam mencari ide terbaik untuk mencapai yang telah ditetapkan menjadi swalayan nomor 1 di Korea. Ada berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi, terutama dari orang orang Korea yang super sibuk.

Tantang ini sekaligus menjadi peluang bagiamana bisa swalayan sebesar tanpa menambah jumlah toko ? ( can we become ni 1 without increasing the number of stores?) jika mereka tidak ada waktu mendatangi toko, bisakah toko yang mendatangi mereka ? ( Let the store come the people )

  • Inkubasi

Tesco kemudian melakuakn riset terhadap perilaku riset terhadap perilaku orang orang Korea, dari mulai mereka bangun tidur sampai tidur kembali. Sepanjang hari, sepanjang minggu. Kemudian mereka menemukan bahwa orang Korea memiliki “waktu luang” yang tidak produktif, ketika mereka hanya diam yaitu saat menunggu kereta baik waktu berangkat kerja maupun saat pulang kerja

  • Iluminasi

Tesco kemudian membuat virtual store yang bernama Homeplus dengan memanfaatkan poster-poster berisi foto foto rak belanja persis seperti di toko swalayan. Poster yang dilengkapi harga masing masing barang itu lalu dipasang di stasiun bawah tanah. Lewat aplikasi yang bisa diunduh terlebih dahulu, pembeli dapat berbelanja menggunakan ponsel cerdas mereka dengan memotret barang yang tercetak diposter. Barang yang diambil gambarnya akan masuk ke keranjang belanja online. Setelah pembayaran dilakukan, barang akan dikirim langsung ke alamat pelanggan. Berkat ide tersebut, orang orang Korea super sibuk yang sedang menunggu kereta dapat berbelanja menggunakan ponsel cerdas mereka.

  • Berpikir konvergen

Tesco kemudian menyepurnakan inovasi sistem belanja dengan poster dan ponsel cerdas ini, dan menerapkannya di seluruh stasiun kereta di Korea. Tidak hanya di 1 stasiun, inilah tujuan inovasi memberikan dampak bisnis dan nilai tambah yang besar, bukan hanya ide yang baru. Hasilnya registrasi member Tesco naik 76%, penjualan online naik 130% dan Homeplus menjadi toko online nomor 1 di Korea. Tesco juga sudah sangat dekat untuk menjadi yang terbesar di Korea ( Video inovasi Tesco di Youtube :https://www.youtube.com/watch?v=fGaVFRzTTP4)

Enam langkah itu tentu juga bisa kita aplikasikan demi menghasilakan inovasi yang bermanfaat. Namun, budaya inovasi sebagai kunci sukses menuntut kerja dan pendekatan yang lebih lues, seperti yang dilakukan oleh Zappos ( toko pakaian online ), Groupon ( Toko kupon diskon ), dan Zynga ( Pengembangan game ). Mereka melakukan pendekatan tertentu untuk menigkatkan level kratifitas dalam organisasi mereka dan dan menerapkan pemikiran kreatif untuk menyelesaikan masalah. Organisasi organisasi yang sukses adalah mereka yang secara konsisten menciptakan pengetahuan pengetahuan baru dan menyebarkannya keseluruh organisasi, dan secara cepat pula mengadaptisaknnya ke dalam teknologi, produk dan layanan mereka. Berikut beberapa point penting yang bisa memberikan nilai lebih bagi kelancaran langkah langkah proses inovasi

  • Passionate

Passion adalah “bahan bakar” yang sangat penting untuk membangun budaya kreatif. Dengan tim yang passionate, anda dapat mencapai segalanya. Tanpa passion tim anda akan terhambat dan tidak punya tujuan.

Satu hal yang harus disadari: passion yang hanya dimiliki seorang diri tidaklah cukup. Anda harus bisa menularkan passion itu kepada tim supaya masing masing anggota tim memiliki tujuan yang sama. Dengan tujuan sama itu, semua akan mengerahkan kemampuan maksimal masing masing untuk mencapainya.

 

Sumber : Buku Smart millen nials, hal. 93

Tinggalkan Balasan