Tetapkan Positioning Usaha Sebagai Jurus Mengembangkan Bisnis

positioning usaha jastip jasa titp jasa titip jogja

Titipku.com – Salah satu ciri Usaha Kreatif Mandiri yakni lincah melihat peluang di berbagai kondisi. Entah menambah jenis produk, menerapkan metode baru dalam menjual atau beralih usaha.

Semuanya wajar dilakukan, karena semua ingin menambah keuntungan usaha. Sah-sah saja dilakukan selama menguntungkan atau tidak merugikan pihak lain. Terlebih jika ada permintaan dari pelanggan.

Akan tetapi, banyak yang tidak sadar bahwa cara ini memberikan hasil yang baik untuk jangka pendek atau bisa menyulitkan dalam jangka panjang. Apabila terlalu sering menyesuaikan usaha, pelanggan mungkin malah ingkung sebenarnya apa yang ditawarkan dan kelebihan kita.

Untuk itulah, kita perlu menetapkan positioning usaha. Positioning seperti apa yang ingin dilihat oleh pihak lain. Istilah lain yang mirip adalah jati diri kita dibenak orang lain, entah itu pelanggan, pemasok, atau karyawan.

Pertanyaan selanjutnya, apa pentingnya menentukan jati diri seperti ini? Dengan jati diri yang jelas, pelanggan bisa mudah mengingat kita. Jati diri juga bisa digunakan untuk menonjolkan usaha di tengah persaingan (apalagi dengan pesaing sejenis). Jati diri ini juga digunakan untuk arah yang mengembangkan usaha.

Positioning yang diambil bisa jadi bermacam-macam. Semua tergantung jenis usaha, kondisi persaingan. Kesukaan pelanggan dan banyak factor lain.

Tentukan “Jati Diri”, Pastikan Mudah Dipahami

Seperti yang dibahas bagian sebelumnya, positioning bisa diterapkan pada berbagai hal. Tidak sebatas pada produk, usaha, ataupun organisasi. Supaya bisa menarik perhatian dan lebih mudah diingat pelanggan, kita perlu menetapkan positioning usaha. Positioning memang menjadi elemen kunci pemasaran.

Kita perlu mempertimbangkan secara matang kemampuan yang kita miliki dan kondisi yang dihadapi. Jangan sampai kita mengklaim sebagai terbaik dibidangnya.

Hindari menetapkan positioning yang terlalu rumit. Sudah bukan zamannya memperkuat jati diri dengan semboyan panjang dan bertele-tele. Tidak harus juga dengan kata-kata indah dan beragam detail. Upayakan positioning sederhana, mudah diingat, juga tetap menarik.

Lakukan dengan Konsisten, di Semua Kesempatan

Selanjutnya adalah menerapkan kenyataannya. Anggaplah positioning sebagai janji. Janji itu harus dipenuhi bukan? misalkan pedagang mi Aceh dengan positioning “Resep Asli Warisan Nenek Moyang.” Maka harus menggunakan bahan makanan dan cara masak sesuai tradisi aslinya. Bila memungkinkan, sampai cara penyajiannya. Jangan sampai Anda terlalu banyak memodifiasi menu. Meski mungkin jangka pendek bisa mendapat keuntungan cepat, maka untuk jangka panjang pelanggan justru tidak percaya lagi dengan positioning “Resep Asli Warisan Nenek Moyang.”

Bukan tidak boleh, namun sebaiknya perlu dipertimbangkan dengan matang. Apakah penyesuaian yang dilakukan bisa mengganggu jati diri kita? Jangan sampai mengaku menjual mie Aceh resep asli, tapi mie yang digunakan justru mi instan ala warung.

Sosialisasikan pada Pelanggan, Jangan Lupakan Karyawan

Fokus utama positioning adalah bagaimana memosisikan diri dibenak pelanggan. Harapannya agar bisa menarik perhatian pelanggan untuk mencari informasi lebih jauh, atau bahkan memutuskan menggunakan penawaran. Jadi idealnya tidak hanya dilakuan tapi positioning juga harus secara aktif disosialisasikan. Positioning tidak hanya dari spanduk atau iklan, namun juga dari kegiatan operasional langsung.

Perlu diingat, positioning tidak hanya ditujukan kepada pelanggan. Namun juga perlu dipahami benar oleh karyawan atau siapapun yang membantu menjalankan usaha kita. Jangan sampai perilaku karyawan malah bersebarangan dengan positioning yang ditetapkan.

Pada titik ini, kita telah memahami cara memilah-memilah pelanggan sesuai segmennya. Menentukan target pasar yang paling sesuai dan mendorong usaha menjadi lebih berkembang. Kemudian menentukan jati diri yang sesuai dengan kemampuan diri dan peluang besar.

Nah pasarkan kembali usaha Anda yuk di Titipku! Titipku merupakan platform digital yang membantu para UKM untuk digitalisasi UKM.

Rinaldo, Edo da Edwin Hardi. 2016. 9 Jurus Jitu Pemasaran UKM WOW. Jakarta: Gramedia Pustaka

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

Tinggalkan Balasan