Jogja jadi Surga Belanja

Berjalan-jalan di Malioboro kota Yogyakarta merupakan salah satu hal yang dapat membuat mata kalap atau ingin belanja. Malioboro memang banyak dikenal sebagai surga belanja di Jogja. Selain menawarkan banyak cinderamata, Malioboro juga menawarkan wisata kuliner di malam hari.

Jika kamu ingin memanfaatkan kesempatan sembari berjalan-jalan di Malioboro, kamu bisa membuat ulasan mengenai UKM yang ada di Malioboro dan membuka Jasa Titip beli melalui Titipku. Titipku merupakan media transaksi online yg membantu para user dalam melakukan aktivitas jual beli produk UKM melalui mekanisme titip promo, titip jual, titip beli, titip antri diantara para user. Baca Selengkapnya

TAK SEMPAT MAMPIR, TITIP AJA DI TITIPKU – HARGA JUJUR, LANGSUNG PRODUSEN

Yogyakarta merupakan kota yang indah dan memiliki banyak tempat wisata. Selain tempat wisata, Jogja juga menawarkan berbagai macam makanan khas yang tentunya memiliki rasa yang bervariasi, seperti gudeg, sate klathak, bakpia, dan masih banyak lagi. Kebanyakan wisatawan terkadang tidak memiliki waktu untuk membeli oleh-oleh atau makanan khas untuk dibawa pulang ke daerahnya, oleh sebab itu kini hadir Titipku.com yang merupakan media transaksi online yg membantu para user dalam melakukan aktivitas jual beli produk UKM melalui mekanisme titip promo, titip jual, titip beli, titip antri diantara para user. Baca Selengkapnya

Hari batik nasional 2 Oktober 2017

Hari Batik Nasional 2 Oktober 2017– Seperti kita ketahui, Batik telah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO (badan khusus PBB yang membidangi Pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan). tepatnya Pada 2-Oktober-2009, UNESCO memasukkan batik dalam daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Penetapan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional sendiri telah tercantum dalam Kepres (Keputusan Presiden) Nomor 33 Tahun 2009. Hal tersebutlah yang menjadi alasan mengapa tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Lebih dari itu, bahkan dalam situs Wikipedia, tanggal tersebut bukan hanya diperingati sebagai Hari Batik Nasional, UNESCO juga menetapkan tanggal tersebut (2 Oktober) sebagai =&0=&. Penetapan Hari Batik Nasional juga sebagai usaha pemerintah dalam meningkatkan martabat bangsa Indonesia dan citra positif indonesia di forum internasional. Karena pengakuan terhadap batik sebagai warisan leluhur bangsa indonesia sama hal nya dengan pengakuan dunia internasional terhadap mata budaya Indonesia. Tujuan lain dari pengakuan batik sebagai warisan leluhur indonesia adalah untuk menumbuhkan kecintaan serta rasa bangga masyarakat indonesia terhadap kebudayaan Bangsanya. Dalam situs resmi UNESCO ditulis bahwa =&1=& yang bertautan erat dengan status sosial, alam, kebudayaan lokal dan sejarah itu sendiri. Batik merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Batik dipercaya menjadi bagian penting yang tak terpisahkan pada masyarakat Indonesia sejakm ia lahir hingga meninggal. Karena Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia, khususnya Jawa, yang sampai saat ini masih ada. Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presien Soeharto, yang kala itu memakai batik di Konferensi PBB bersama negara-negara lain. Batik juga pernah digunakan oleh tokoh-tokoh dunia, seperti Barack Obama, Nelson Mandela, Zinedine Zidane dan juga Bill Gates (saat mengunjungi Indonsia). Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Hari Batik Nasional merupakan wujud rasa syukur dan pendorong untuk terus mengembangkan batik nasional. semenjak ditetapkannya Hari Batik Nasional, maka setiap tanggal 2 Oktober masyarakat di himbau untuk mengenakan pakaian batik (atau segala hal yang berbau Batik). Bahkan, himbauan tersebut diterbitkan melalui surat edaran dengan nomor =&2=&

Kue putu jajanan tradisional yang lembut

Kue putu merupakan makanan yang sangat familiar di Indonesia.

Salah satu makanan ringan tradisional pada zaman dahulu . Asal mula nama resep ini, mungkin didasari pada zaman ketika negara Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Seperti yang kita ketahui bahwa Kue Putu dibuat dengan bahan dasar tepung beras yang notabene bisa dibuat oleh rakyat Indonesia. Nah, pada saat itu bahan-bahan seperti telur ayam, tepung terigu, vla, dan daging lebih diperuntukkan oleh para bangsawan dari negeri Belanda. Untuk itulah, mengapa kue ini dikatakan Putu Belanda karena bahan-bahannya yang eksklusif pada waktu itu. Sedikit celah sejarah lain dari kue putu ini dapat ditemukan di China silk museum, bersamaan dengan penyajian teh Longjin, yang memiliki wangi khas serta telah ada sejak 1200 tahun lalu. Teh ini berjaya pada dinasti Ming serta dipersembahkan untuk keempat kaisar. Teh tersebut disajikan dengan xian roe xiao long, yaitu kue dari tepung beras berisi kacang hijau yang amat lembut dan dikukus dalam cetakan bambu sebagaimana kue putu di Indonesia. Baca Selengkapnya

Kamu Harus Jelajahi 10 Warung Mie Ayam Terenak di Jogja Ini Deh!

Siapa sih yang nggak kenal mie ayam? Kuliner yang sudah memasyarakat ini menjadi pilihan yang pas pengganti nasi, mengenyangkan dan harganya relatif murah. Mie dengan taburan sawi dan potongan daging ayam ini memiliki banyak variasi seperti penambahan pangsit, bakso,ceker dan topping lain.

Nah, saking populernya di masyarakat, banyak penjual mie ayam yang jadi tempat jujugan para pecinta kuliner termasuk di Yogyakarta. Nggak cuma gudegnya yang juara, Yogyakarta juga punya mie ayam yang jadi rekomendasi untuk dijajal rasanya. Baca Selengkapnya

Mengenal kembang waru dari Kotagede, Yogyakarta

Kembang waru adalah penganan khas Kotagede Yogyakarta, Jawa Tengah. Rasa dan filosofi di balik kue berbentuk bunga ini unik dan istimewa.

Dikutip tabloid Saji edisi 368, penggunaan terigu dalam adonan kue ini menunjukkan pengaruh kuat budaya Eropa yang diperkenalkan Belanda pada zaman kolonial. Kala itu, terigu adalah bahan dasar mewah, tak heran jika pada masanya kembang waru adalah kudapan mewah. Biasanya dijadikan persembahan bagi Raja Mataram, atau hanya dapat ditemui pada perayaan khusus.

Filosofi di balik kembang waru juga menarik. “Kembang waru. Kembangnya Mesti delapan. Nasihat daripada pendahulu tentang delapan jalan utama atau Hasto broto yaitu 8 jalan utama. Diibaratkan 8 elemen penting yaitu matahari, bulan, bintang, mega (awan), tirta (air), kismo (tanah), samudra, dan maruto (angin). Oleh karena itu siapa yang makan kembang waru harus bisa menjiwai dan mengamalkan 8 delapan jalan utama,” papar Mulyadi pegiat kembang waru dikutip Liputan6.com Baca Selengkapnya

Mata Kebo, Si Legit Nan cantik

Mata kebo adalah sebutan yang digunakan pada sebuah jajanan tempo dulu yang mungkin pernah Anda cicipi kelezatannya. Dengan warna merah menyala yang super eye catching, kuliner tradisional yang satu ini tentu akan menarik perhatian diantara beragam jajanan lainnya yang sedang dijajakan para penjual jajanan pasar ataupun di etalase minimarket. Saking eye catchingnya, mungkin Anda akan teringat macaron, kue almond mini khas Perancis yang dikemas dalam beragam warna menarik. Saking ikoniknya mata kebo, camilan berisikan kumbu manis ini pun kerap kali didapuk menjadi salah satu alternatif snack dalam berbagai acara, mulai dari arisan keluarga hingga acara akademik di kampus ataupun kantor.

Tak jarang pula mata kebo ikut andil menjadi bagian jajajan pasar yang disajikan dalam acara pernikahan, bersanding dengan kuliner lainnya seperti serabi, lumpia, martabak mini dan kacang goreng ataupun kacang mete. Selain karena rasanya yang lezat, tentu saja karena harganya juga sangat terjangkau di semua golongan. Biasanya mata kebo dijual Rp 1.000 rupiah saja setiap buahnya. Untuk menambah elegan penampilan kuliner pasar tersebut, biasanya beragam jajanan yang disediakan diletakkan di atas tampah yang dilapisi dan dihiasi dengan daun pisang yang dianyam hingga tampak berbentuk segitiga di sepanjang sisi luarnya tampah. Baca Selengkapnya

Kerajinan Bambu dari Desa Wisata Brajan

Desa Wisata Brajan merupakan desa yang dikenal sebagai desa sentra kerajinan bambu yang terletak di desa Sendang Agung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 20  Km arah barat pusat kota Yogyakarta.

Sebagai awal perjalanan dari Tugu Yogyakarta, ke arah barat, ke Jalan Godean, ke jurusan Kalibawang. 200 m sebelum terminal pingitan, diketemukan jalan masuk ke utara, masuk ke jalan itu. Sampai dipertigaan (kurang lebih 500 meter) lalu belok kanan. Ikuti jalan tersbut kurang lebih 2 km. Tidak usah kuatir tersesat karena sepanjang jalan ada papan petunjuk ke Desa Wisata Brajan.

Brajan dikenal sebagai desa wisata kerajinan bambu karena 98 persen penduduknya adalah perajin bambu. Nama Brajan sendiri diambil dari nama Kyai Braja Sentiko, seorang pertapa yang mengajarkan kerajinan anyaman dari bambu untuk keperluan upacara adat. Ketika Kyai Braja meninggal, desa itu dinamai Brajan. Pada masa itu, maypritas penduduk setempat pencahariannya adalah petani. Diwaktu luang banyak yang membuat peralatan dapur dari anyaman bambu, besek, wakul dan pincuk. Baca Selengkapnya

Kampung Keparakan, Pusat Kerajinan Kulit di Kota Yogyakarta

Kampung Keparakan, Pusat Kerajinan Kulit di Kota Yogyakarta, Produknya Banyak Dijual di Malioboro

Di wilayah Yogyakarta terdapat sejumlah kampung yang menjadi sentra industri kerajinan yang layak anda kunjungi saat berada di Kota Gudeg ini.

Satu di antaranya adalah Kampung Industri Kerajinan Keparakan.

Maka tak heran sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pembuat tas, jaket, sabuk, dan sandal dari kulit.

Satu di antara warga Keparakan yang menjadi pengrajin kulit adalah Bibit.

Warga yang tinggal di MG I/ 637 RT 35 RW 08 Keparakan Lor, Mergasan ini memproduksi tas kulit dan menjual karyanya ke pasaran Malioboro dan Pasar Beringharjo. Baca Selengkapnya

Geplak Makanan khas Bantul

Bagi anda pecinta makanan manis, makanan khas dari Bantul satu ini tentu wajib untuk di coba. Namanya adalah Geplak.

Apakah Geplak itu?

Geplak adalah salah satu makanan khas dari Bantul, Yogyakarta. Makanan ini terbuat dari parutan kelapa dan gula merah atau gula pasir. Bentuknya yang unik dan rasanya yang khas membuat makanan ini sangat di gemari oleh masyarakat, bahkan para wisatawan yang datang dan menjadikannya sebagai oleh – oleh. Geplak ini merupakan makanan tradisional yang sangat terkenal dan di jadikan sebagai salah satu icon kuliner kota Bantul, Yogyakarta.

Geplak ini memiliki ciri khas dengan bentuknya yang bulat dan warnanya yang berwarna – warni. selain itu rasa parutan kelapa dan rasanya yang manis memberikan cita rasa khas pada makanan satu ini. Dalam proses pembuatan Geplak ini, pertama daging kelapa direndam kedalam air kelapa sampai minyaknya hilang. Kemudian daging kelapa itu dicuci bersih dan di parut. Parutan tersebut kemudian dimasak bersama dengan gula dan juga pewarna makanan. Kemudian didinginkan dan di bentuk bulat dan di kemas. Baca Selengkapnya