Secarik Kisah Sang Pedagang Buah Pasar Beringharjo

edagang buahHapus istilah: pedagang buah pasar. pedagang buah pasar beringharjo pedagang buah pasar. pedagang buah pasar beringharjoHapus istilah: pedagang ukm di pasar beringharjo pedagang ukm di pasar beringharjoHapus istilah: kisah pedagang buah pasar beringharjo kisah pedagang buah pasar beringharjo
#Liputan Langsung Bu Sura, Pedagang Buah Pasar Beringharjo

Ttitipku – Adalah bu Sura, salah seorang pedagang buah di pasar Beringharjo. Namun bukan buah komplit sebagaimana pedagang kios buah. Bu Sura hanya menjajakan beberapa buah seperti jeruk, anggur, belimbing, serta apel. Ia pun menjualnya tidak di los, namun di area lorong dekat tangga naik turun.

Duduk bersimpuh menunggu pembeli yang menghampiri. Kadang ia hanya terdiam dan mengamati setiap yang berlalu lalang. Usianya tidak lagi muda. Rupanya ia memiliki 7 anak dan sudah dihadiri 11 cucu.

 

Jarak bukan menjadi penghalang mengais rejeki. Demikian yang terjadi dengan bu Sura ini. Wanita ini rupanya berasal dari Sanden, Bantul. Jauh jika ditarik garis dalam peta pun. Karena Sanden merupakan kawasan yang lokasinya dekat dengan pantai selatan Bantul yakni pantai Baru.

Perjuangannya bukan diantar dengan mobil atau berkendara sendiri. Ibu ini naik Bus, dari pagi buta itu. Ongkosnya untuk pulang pergi Rp. 30 ribu. Sepertinya sedikit, namun sama berarti dengan hasil jual jeruk 2,5 kg.

Rutinitas pagi dari pedagang buah pasar Beringharjo ini, dimulai dari berangkat pagi sekitar jam 5 usai subuh. Untuk pulangnya biasanya setengah 4, sesuai dengan roman pasar Beringharjo bagian pangan yang mulai pada tutup.

pedagang buah pasar. pedagang buah pasar beringharjo pedagang buah pasar. pedagang buah pasar beringharjoHapus istilah: pedagang ukm di pasar beringharjo pedagang ukm di pasar beringharjoHapus istilah: kisah pedagang buah pasar beringharjo kisah pedagang buah pasar beringharjo
Bu Sura, Pedagang Buah Pasar Beringharjo

 

“Untungnya tiap hari ya nggak ngerti. Soalnya nggak mesti habis semua, kadang sisa.”

Jangan salah, untung yang setiap hari gak nentu ini ternyata bisa menyekolahkan ketujuh anaknya hingga ke jenjang yang tinggi. Terakhir, si bungsunya saat ini kuliah di Jakarta. Tujuh anak dengan 11 cucu saat ini ia ceritakan dengan wajah sumringah.

Lanjutnya, ia sudah cukup lama menjajakan dagagannya di pasar Beringharjo ini. Mungkin 39tahun seingatnya, karena ia berjualan sudah sejak tahun 80-an, sejak dibangunnya kembali menjadi pasar Beringharjo yang lebih apik.

Kalaulah kalian ke Beringharjo dan menjumpai ibu Sura ini, belilah buah yang dijajakannya. Setidaknya ada rejeki lebih untuk hari itu. Membeli di Bu Sura misalnya, kamu telah mendukung gerakan mencintai produk UMKM dan pedagang skala kecil. Jikalau tidak sempat, kamu bisa titip beli di Titiku. Kamu pesan, kami yang antar. Belinya langsung dari pedagang UKM seperti Bu Sura ini. 🙂

Sebongkah kisah bu Sura, pedagang buah pasar Beringharjo Jogja. Masih yakin ngga mau majukan tulang punggung bangsa ini?

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

Satu tanggapan pada “Secarik Kisah Sang Pedagang Buah Pasar Beringharjo”

Tinggalkan Balasan