Karantina Mandiri? Makan Junk Food Bukan Satu-Satunya Pilihan!

Titipku – Adanya wabah korona yang terjadi di Indonesia memang membuat kebanyakan masyarakat tinggal dirumah. Bahkan, sudah ada himbauan khusus dari pemerintah untuk melangsungkan kegiatan di rumah baik belajar di rumah, bekerja di rumah, maupun beribadah di rumah. Hastag #dirumahsaja juga semakin digaungkan di sosial media. Semakin banyak aktivitas dirumah, tentu memesan makanan cepat saji / junk food menjadi pilihan ketika malas memasak sendiri.

Siapa sih yang tidak mengenal dan menyukai jenis makanan satu ini? Makanan siap saji atau kerapkali kita sebut dengan Junk Food ini cukup merajai swalayan-swalayan yang ada di Indonesia khususnya. Junk Food dengan beragam jenisnya nyatanya mampu memikat hati para pembelinya. Selain praktis karena cepat saji, makanan satu ini memang mudah di dapatkan dengan harga yang terjangkau. Hal ini tentu tergantung dengan jenis Junk Food yang kita beli.

Tahukah kamu?

Dikutip dari indozone.id, Junk Food disukai banyak kalangan karena mudah di dapatkan dan memiliki cita rasa yang gurih. Sehingga tak heran banyak anak muda khususnya yang memburu jenis makanan satu ini baik karena kepraktisannya maupun rasanya. Tidak hanya makanan siap saji seperti Burger, tapi Es Krim tentu juga termasuk Junk Food. Makanan inilah yang paling banyak diburu oleh anak-anak. Rasa manis dan membuat ketagihan ini kemudian menjadi alasan mengapa anak-anak menyukainya. 

Tahukah kamu?  Ternyata Junk Food tidak baik untuk kesehatan otak, loh. Dijelaskan dalam Deutsche Welle, Germany Public International Broadcaster, makanan-makanan Junk Food tidak baik untuk kesehatan otak terlebih bagi anak-anak. Anak-anak yang mengonsumsi Junk Food dengan kadar rasa manis yang cukup tinggi dapat mengalami gangguan pada sistem syaraf yang ada di otak. Hal tersebut berakibat pada tingkah laku atau kebiasaan anak dalam menyikapi sesuatu.

Seorang peneliti dari Melbourn University, Prof. Felice Jacka menjelaskan bahwa anak yang terlalu banyak mengonsumsi Junk Food seperti makanan-makanan manis dan kekurangan asupan makanan sehat cenderung mudah marah dan mengamuk. Hal tersebut juga bisa diakibatkan oleh pola konsumsi yang dilakukan ibu ketika mengandung janinnya. Makanan-makanan seperti minuman manis, snack-snack manis, dan Junk Food yang mengandung kadar gula tinggi dapat menyebabkan sistem pertumbuhan otak pada janin menjadi terganggu. 

AYO MEMASAK DIRUMAH

Untuk dapat mengurangi resiko gangguan pada kesehatan otak, kamu dapat mengantisipasinya dengan memasak sendiri di rumah. Bahan-bahan dan bumbu masakan dapat kamu dapatkan di swalayan-swalayan terdekat. Namun, untuk tetap tinggal #dirumahaja untuk mengurangi paparan virus korona, kamu dapat membelinya melalui  Aplikasi Titipku.

Titipku  menyediakan berbagai produk UMKM yang mudah kamu temukan di sekelilingmu. Dengan begitu, kamu tetap dapat menjadi pelopor untuk menjaga asupan nutrisi untuk pertumbuhan otak. 

Download aplikasi Titipku di Playstore dan mulai belanja #DariRumah lewat Titipku!

—–  Dengan kamu membeli dari UMKM Indonesia, secara otomatis kamu telah mendukung tulang punggung perekonomian Indonesia dalam memajukan perekonomian bangsa.

Tinggalkan Balasan