Limbah Kulit Jagung Ternyata Bisa Jadi Kerajinan dan Bungkus Makanan

Titipku- Jagung biasa dikenal sebagai bahan makanan dengan beragam olahan dan bahan tepung maizena. Dus, bagian yang paling pokok digunakan dari tanaman jagung adalah bijinya. Jagung ditanam dalam skala besar, karena permintaan akan jagung di masyarakat juga banyak. Di berbagai daerah, biasanya tanaman jagung kerap ditemui saat musim kemarau.

Tak hanya biji jagungnya saja, ternyata ada bagian lainnya dari jagung yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Yaitu kulitnya. Masyarakat Jawa juga sering menyebutnya dengan istilah “klobot”. Kulit jagung bisa dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan yang unik. 

Saat biji jagung diproduksi dalam skala besar, tentu kulit jagung yang ada juga sangat melimpah. Selain  bernilai bagi petani, jagung rupanya juga bernilai bagi para pengrajin. Meski kulit jagung bisa dikatakan sebagai “limbah”nya.

Dari hiasan bunga sampai boneka 

Bentuk kerajinan tangan dari kulit jagung yang paling sering dijumpai adalah hiasan bunga. Biasanya hiasan bunga menjadi dekorasi rumah. Kulit jagung bertekstur sedikit kasar dan mempunyai guratan-guratan yang khas sehingga cocok dijadikan kerajinan bunga hias. Adapun tipe bunga yang dibuat seperti bunga tulip, bunga matahari, dan bunga mawar.

Kemudian menyusul bentuk kerajinan lainnya seperti kotak tisu artistik, gantungan kunci, kupas, hiasan lampu, topi, lukisan, hingga boneka. 

Boneka dari klobot jagung tentu berbeda dari boneka pada umumnya yang empuk dan lembut. Mengingat bahannya yang terbuat dari kain lembut yang diisi busa empuk sehingga enak untuk dipeluk-peluk. 

www.freepik.com

Dikutip dari inspirilo.com, boneka dari klobot jagung cenderung keras dan berukuran kecil. Bentuknya juga tidak bervariasi. Namun karena berasal dari kreativitas, boneka dari klobot jagung bisa nampak unik sekaligus cantik, sedap dipandang mata. Aksesoris boneka ini ada dua jenis yaitu ala tradisional dan modern. Biasanya, boneka dari klobot jagung digunakan sebagai hiasan di rak-rak rumah karena tampilannya yang artistik.

Bungkus makanan tradisional

Tak hanya sebagai kerajinan, klobot jagung juga digunakan sebagai pembungkus makanan tradisional. Jika Kamu berkunjung di toko oleh-oleh lokal pasti kamu pernah melihat makanan yang dibungkus seperti kertas berwarna cokelat muda. Makanan yang dibungkus dengan klobot diantaranya yaitu dodol, jenang, dan wajik.

Dodol, Via Instagram arcana.putu

Sebagai pembungkus makanan, klobot jagung telah mengalami proses sehingga higienis. Kulit jagung dicuci terlebih dahulu sampai bersih kemudian dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Baru dikeringkan. FYI, dodol yang dibungkus dengan klobot jagung harganya ternyata lebih mahal dari dodol pada umum yang dibungkus kertas atau plastik, loh.

Masyarakat Indonesia ternyata banyak yang memiliki kreativitas sehingga bisa memamfaatkan limbah jagung menjadi kerajinan unik bernilai ekonomi tinggi. Tak sedikit pula yang tergerak menekuni bidang ini dalam skala industri rumahan. Yap, tak sedikit memang produk unik yang digerakkan oleh pengrajin kecil atau UMKM dan kualitasnya sangat baik.

Temukan produk kerajinan unik lainnya di aplikasi Titipku. Kamu yang berjiwa artsy tinggi atau suka hal-hal yang unik, bisa titip beli loh. Semua produk di aplikasi Titipku merupakan produk asli UMKM lokal. Dengan membeli, Kamu sudah berkontribusi untuk memajukan produk UMKM.

Ayo belanja di Titipku!

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

Satu tanggapan pada “Limbah Kulit Jagung Ternyata Bisa Jadi Kerajinan dan Bungkus Makanan”

Tinggalkan Balasan