Semangat ala Pak Slamet, Pedagang Sayur Pasar Giwangan

Jualan di pasar Giwangan itu, refreshing!

Titipku.com – Dialah pak Slamet. Salah satu pedagang sayur mayur dan bumbu dapur di pasar Giwangan. Di sela-selanya ia menatap lalu lalang, hampiri ia untuk mengurangi sayur mayurnya hari ini. 65 tahun sudah bukan lagi usia muda sebenarnya. Apalagi sudah diramaikan oleh 7 cucu dari keempat anaknya sudah berkeluarga.

Lelaki yang masih bersemangat ini rupanya berasal dari Berbah, Sleman. Huniannya tidak jauh dari kawasan wisata candi Abang dan juga pabrik rokok Sampurna. Jika ditarik jarak, bisa ditempuh sekitar 35 menit dari pasar Giwangan.

pak slamet, pedagang sayur pasar giwangan

Lalui Hari Dengan Rutinitas Pagi

Rutinitasnya di pasar Giwangan bukan 8 jam kerja. Justru tidak terhingga. Sudah kesehariannya dia sudah menunggu lapaknya dari jam 3 pagi di pasar Giwangan karena lapak pak Slamet ini buka 24 jam. Kecuali hari minggu, ia tidak mesti berjualan. Selain itu, biasanya karena ada acara.

“Disini sekeluarga. Kalau saya pulang nanti anak saya kesini, setelah itu baru si ibu, nah nanti gantian lagi.” terangnya saat bertemu dengan tim Titipku.

Beruntung bagi kamu yang mungkin ingin berbelanja sayur di malam hari. Tidak perlu khawatir tidak kedapatan sayur. Kata pak Slamet, jam 12 kesini tidak masalah justru malah sepi. Jadi puas berbelanja. Karena rame-ramenya orang belanja jam 7, 8, atu 9 pagi.

Soal lamanya bapak berjualan di pasar Giwangan, jelas sudah cukup lama. Yakni sudah sekitar 15 tahun. Tepatnya sejak usai gempa besar Jogja di Bantul kala itu. Sementara itu, dagangannya yang ada didepannya itu sudah biasa ada langganan pengantar stok sayur mayur setiap harinya. Atau jika para penyetok tidak hadir, ia akan mengambilnya sendiri karena sudah siap tempat untuk mengangkut barang daganganya. Menariknya, bagi pak Slamet menjalani profesi sebagai pedagang pasar tidak ada dukanya.

penjual sayur pasar giwangan

 

“Pokoknya dinikmati sambil ya cuci mata lah, refreshing begitu. Menikmati pergantian cuaca dari terbit fajar, hingga kembali petang.”

Belanja sayur, cabai, bawang, di pak Slamet ini terserah pelanggannya. Mau beli kiloan atau dari harga 2ribu akan tetap dilayani. Bapak dari empat anak dan tujuh cucu yang dengan senyum hangat dan semangatnya untuk tetap bahagia menjalani keseharian.

Bapak Slamet, pedagang sayur pasar Giwangan. *(SS)

Titip beli sayur dari Pasar, yuk!

Belanja sayur apa saja dari pasar langsung setiap harinya. Kalaulah tidak sempat, titip beli lewat Titipku Aja. Yuk, ramaikan terus pedagang UKM seperti pak Slamet ini. Membeli dari pedagang kecil berarti membantu untuk memberikan dukungan UKM skala kecil sebagai tulang punggung perekonomian bangsa. 🙂

Penulis: Setya

pembelajar penyuka seni, juga literasi

2 thoughts on “Semangat ala Pak Slamet, Pedagang Sayur Pasar Giwangan”

Tinggalkan Balasan