5 Sampah Dapur yang Bisa Jadi Penyubur Tanaman

sampah dapur, penyubur tanaman, pupuk, kulit pisang, kulit jeruk, air rebusan, cangkang telur, ampas kopi

Pemerintah masih terus mengevaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia. Untuk wilayah Jawa sendiri, PPKM level 4 diterapkan hingga 2 Agustus 2021. Dampaknya, masyarakat masih harus melaksanakan mayoritas kegiatannya di rumah. Selama di rumah, keahlian apa saja nih yang sudah Anda kembangkan? Pastilah kemampuan memasak dan bercocok tanam menjadi dua dari sekian keahlian yang berkembang selama di rumah aja. Nah, tahukah Anda kalau beberapa sampah dapur bisa digunakan sebagai penyubur tanaman? Baca Selengkapnya

Tidak Sekadar Minuman, Ini Dia Ragam Manfaat Kopi

Titipku – Kamu pecinta kopi? Beberapa orang menyukai kopi saat diseduh panas-panas sebagai teman membaca koran di pagi hari. Beberapa lainnya lebih menggemari es kopi dengan campuran creamer atau cocoa untuk menghilangkan rasa penat di hari yang terik. Nah, tahu tidak, kopi juga punya manfaat lain, lho! Yuk, tengok ragam manfaat kopi lainnya berikut ini.

Eksfoliator Sel Kulit Mati

Bubuk kopi dapat dipakai menjadi scrub kopi untuk eksfoliasi kulit wajah maupun badan. Jangan menggunakan bubuk kopi yang sudah bercampur gula ya. Pakai bubuk kopi murni dan campurkan dengan madu atau minyak zaitun. Lumuri ke seluruh tubuh termasuk bagian wajah secara merata seperti mengoleskan masker. Tunggu beberapa saat lalu gosok perlahan scrub kopi pada kulit, kemudian siram dengan air hangat sampai bersih. Baca Selengkapnya

Hati-hati Minum Kopi Saat Puasa!

Titipku РKopi sudah sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Dari anak-anak muda hingga orang tua, ketika berkumpul tak lengkap rasanya bila tidak ditemani secangkir kopi. Dari angkringan hingga restoran mewah, kamu pasti dapat menemukan berbagai macam kopi. 

Dengan ramainya tagar #DiRumahAja serta banyaknya kasus pencurian yang terjadi selama pandemi COVID-19 ini, banyak warga mulai kembali menggalakkan ronda. Alasannya adalah untuk membatasi dan mengawal pendatang atau perantau yang nekat mudik ke daerah asalnya sekaligus meningkatkan keamanan karena banyak terjadi pencurian. Baca Selengkapnya