Selamat Ulang Tahun Titipku!

2 Tahun Titipku

Titipku.com – Tahun 2016, kami berkunjung ke pasar tradisional di Yogyakarta. Kami melihat banyak pedagang yang beraneka ragam usia, dari muda hingga sepuh (tua)Berinteraksi dengan mereka sambil berbelanja, tentu menjadi kebiasaan warga Yogya. Momen itu membuat kami mendegar banyak cerita. Suka duka dan perjuangan yang mereka alami di masa kini.

“Banyak hiasan manten, yang diimpor dari luar negeri, mas,” keluh seorang pedagang. “Produk asli Bantul tidak laris, karena banyak yang milih produk luar, lebih murah,” imbuhnya. Kami baru tahu, bahwa ternyata banyak sekali produk impor yang sudah masuk ke pasar tradisional. Pembeli tidak tahu bedanya, karena barangnya sangat mirip. Kami pun bingung membedakan batik dalam negeri dan luar negeri. Harganya lebih murah, karena diproduksi massal di pabrik luar negeri. Sementara produk lokal masih dibuat secara manual, satu demi satu, oleh para pengrajin di desa. Tentu saja butuh waktu dan biaya yang lebih tinggi. Akibatnya, produk Indonesia kalah bersaing di pasar. Baca Selengkapnya