Tips Membakar Makanan, Bisa Kurangi Risiko Kanker!

Kamu pasti sudah tahu kan kalau terlalu banyak makan makanan yang digoreng bisa menyebabkan kolesterol? Banyak orang memilih menghindari makanan goreng karena hal tersebut. Sebagai alternatif, makanan dibakar juga tidak kalah enaknya, apalagi saat dimakan ketika musim hujan. Sate dan ikan bakar contohnya, ketika dibakar aroma asapnya terasa lebih nikmat saat cuaca sedang dingin. 

Namun, makanan yang dibakar juga tidak kalah berbahayanya lho jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar. Baik digoreng atau dibakar memiliki risikonya masing-masing. Kamu pasti sudah familiar dengan hal ini bukan? Yup, makanan yang dibakar dapat memicu kanker. Hal ini dikarenakan reaksi kimia yang muncul saat proses pembakaran. Beberapa senyawa menjadi berbahaya ketika dibakar dan dapat memicu tumbuhnya sel kanker dalam tubuh. 

Ketika kamu membakar daging yang kaya akan protein, seperti daging ayam atau ikan, muncul senyawa dari hasil reaksi pembakaran, yaitu Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) dan Heterocyclic Amines (HCA). 

PAH

PAH merupakan senyawa yang terdiri dari 100 jenis kimia yang berbeda. PAH merupakan hasil dari daging yang menetes ke bara panas saat proses pembakaran dan menjadi uap yang mengendap pada daging. Kita tidak mungkin menghindari asap yang dihasilkan saat membakar, bukan? PAH sering dikaitkan dengan karsinogen atau zat yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker. 

HCA

Ketika membakar daging, senyawa protein yang terdapat di dalam otot daging juga ikut bereaksi dengan suhu tinggi selama proses pembakaran. HCA terbentuk karena reaksi protein dan kreatin yang terdapat di dalam otot daging bereaksi ketika dibakar pada suhu di atas 3000 Fahrenheit. HCA juga merupakan karsinogen lho!

Ternyata makanan yang dibakar tidak kalah berbahaya dibandingkan dengan makanan yang digoreng ya. Tenang saja, selama kamu tidak memakan secara berlebihan dan menerapkan tips berikut, risiko kanker dapat ditekan.

Proses marinasi daging.
Proses marinasi daging.
  • Marinasi daging atau makanan sebelum dibakar. Marinasi merupakan proses perendaman makanan menggunakan bumbu sebelum dibakar. Sebisa mungkin, gunakan bumbu-bumbu yang asam atau menggunakan rempah-rempah seperti bawang putih dan kunyit. Marinasi dapat mengurangi pembentukan senyawa HCA.
  • Jangan oleskan saus ketika membakar. Mengoleskan saus saat membakar justru memicu terbentuknya senyawa HCA. Oleskan saus ketika makanan selesai dibakar atau sebelum kamu memakannya. 
  • Supaya lebih sehat, makan bersama dengan sayur. Sayur dan buah dapat menghambat aktivitas senyawa HCA dalam tubuh. 
  • Jangan bakar terlalu lama. Semakin lama dibakar, semakin banyak senyawa yang terbentuk dari reaksi pembakaran. Potong makanan atau daging menjadi ukuran yang lebih kecil agar lebih cepat matang.
  • Selalu bersihkan residu karisinogenik sebelum dan selesai membakar. 
Mengonsumsi daging bakar bersama sayuran.
Mengonsumsi daging bakar bersama sayuran.

Belanja dagingnya agar lebih mudah pastinya lewat Titipku. Gak perlu repot keluar rumah karena Jatiper akan mengantarkan belanjaan sampai ke rumah kamu lho! Gak perlu takut juga ongkir mahal karena selama bulan Januari ada promo potongan ongkir.

Untuk kamu warga Kelapa Gading, pilihan pasar di wilayah itu sudah makin beragam, loh. Karena selain ada Pasar Mandiri, saat ini pelayanan belanja daring bisa dilakukan di Pasar Hybrida juga! Penasaran? Yuk unduh Titipku sekarang.

Tinggalkan Balasan