5 Pola Asuh yang Menghambat Kreativitas Anak

pola asuh, pola asuh yang menghambat kreativitas, pola asuh yang menghambat kreativitas anak, pola asuh yang menghambat anak, pola asuh toxic, pola asuh anak yang tidak benar, pola asuh yang salah, pola asuh anak yang salah, kesalahan dalam mengasuh

Kita sebagai orang tua tentu ingin masa depan anak cerah, oleh karenanya kita mengusahakan memberi mereka pendidikan yang baik dan juga menerapkan pola asuh yang tepat. Beberapa orang tua menerapkan pola asuh yang tegas, sementara orang tua yang lain menerapkan pola asuh yang lebih bebas. Semua ini bebas dilakukan selama orang tua bisa menjamin mereka tidak melakukan pola asuh yang menghambat kreativitas anak.

Namun, tetap ada juga loh beberapa pola asuh orang tua yang justru menghambat kreativitas anak. Kira-kira, pola asuh seperti apa saja kah itu? Simak ulasan berikut ini yuk!

Baca Juga: Sumber Zat Besi untuk Anak Bisa Didapat dari Makanan Ini

 

Berlebihan Memuji Anak

Memuji anak emang maksudnya baik. Hal ini bisa mendongkrak semangat dan rasa percaya diri mereka. Akan tetapi hal ini justru bisa mematikan kreativitas anak jika dilakukan secara berlebihan. Anak hanya akan terdorong melakukan sesuatu jika dipuji. Dan mereka jadi berorientasi pada hasil daripada menghargai prosesnya.

Otoriter

Pola asuh orang tua yang otoriter pada anak juga bisa mematikan kreativitas anak. Pola ini akan membuat mereka terbiasa disuruh-suruh atau selalu menuruti keinginan orang tuanya, sehingga tak terlatih untuk mengandalkan daya pikirnya sendiri.

Cobalah untuk lebih memberi kebebasan pada anak untuk porsi tertentu. Biarkan anak memilih, namun tetap perlu Anda beri penjelasan tentang konsekuensi dari masing-masing pilihannya. Hal ini akan melatih anak untuk berpikir, mana yang kira-kira paling baik untuk dirinya.

Baca Juga: MPASI Pertama untuk Anak: Pelajari Tipsnya

Bersikap Terlalu Galak

pola asuh, pola asuh yang menghambat kreativitas, pola asuh yang menghambat kreativitas anak, pola asuh yang menghambat anak, pola asuh toxic, pola asuh anak yang tidak benar, pola asuh yang salah, pola asuh anak yang salah, kesalahan dalam mengasuh

Sikap galak yang kita tunjukkan ke anak bisa juga menghambat kreativitas mereka. Kok bisa? Karena anak jadi takut untuk berbuat sesuatu. Mereka akan selalu berpikir apa yang dilakukannya salah, sehingga kurang percaya diri untuk memulai sesuatu hal yang baru.

Sikap galak ini bisa saja dilakukan tanpa sadar. Misalnya, sikap galak yang muncul saat ibu stress karena kurang istirahat. Jika hal ini sering terjadi, ada baiknya diatasi dengan mengambil me time sejenak.

Untuk bisa melakukan me time, seorang ibu harus punya waktu kosong. Sayangnya, seorang ibu jarang sekali mendapat waktu berharga seperti ini. Solusinya: mengalihkan beberapa pekerjaan agar dilakukan oleh orang lain atau penyedia jasa layanan, seperti layanan belanja kebutuhan dapur.

Ibu bisa menitipkan urusan belanja ke Titipku. Titipku adalah aplikasi belanja online yang memungkinkan Ibu belanja di pasar terdekat dari rumah. Aplikasi ini sudah tersedia di Appstore maupun Playstore, sehingga bisa didownload oleh baik pengguna Android maupun iPhone.

Menuntut Anak untuk Sempurna

Sebagai orang tua tentu ingin anaknya berprestasi. Akan tetapi, menuntut hasil yang sempurna dari anak bisa membuat mereka tertekan. Anak jadi takut untuk bereksplorasi atau mencoba-coba, karena orang tuanya selalu menuntut hasil yang bagus. Hal tersebut membuat anak jadi kurang kreatif dan selalu bermain di sisi aman saja.

Baca Juga: Fakta Atau Mitos?: Anak Cepat Berjalan Lambat Berbicara

Selalu Menolak Permintaan Anak

pola asuh, pola asuh yang menghambat kreativitas, pola asuh yang menghambat kreativitas anak, pola asuh yang menghambat anak, pola asuh toxic, pola asuh anak yang tidak benar, pola asuh yang salah, pola asuh anak yang salah, kesalahan dalam mengasuh

Pola asuh yang menghambat kreativitas anak yang terakhir adalah selalu menolak permintaan anak. Selalu menuruti permintaan anak memang tidak baik. Anak bisa saja menjadi manja dan tak bisa memaknai hasil usaha atau kerja keras. Akan tetapi, selalu menolak permintaan anak ataupun menolak ide-ide mereka juga bisa mematikan kreativitas anak. Anak jadi malas berpikir, karena hasil pemikirannya selalu dibantah oleh orang tua. Akhirnya sikap ini terbawa sampai dia besar.

Tinggalkan Balasan