Makrame: Berseni dengan Tali-Temali

Titipku – Sejak satu dekade terakhir, produk seni tali-temali atau lebih sering dikenal dengan sebutan makrame sangat populer di kalangan masyarakat, khususnya dalam dunia desain interior. Hal ini dibuktikan dengan mulai maraknya produksi makrame di berbagai belahan dunia sebagai salah satu kerajinan tangan untuk mempercantik ruangan. Makrame kemudian menjadi satu dari produk yang menjanjikan mengingat permintaan pasar yang kian meningkat.

Sumber: Unggahan Instagram @holmmademacrame

Mengutip dari pauddikmaskaltim.kemdikbud.go.id makrame sendiri berarti kerajinan simpul tali dengan menggunakan dua, empat, sampai lebih dari sepuluh tali sehingga menghasilkan sebuah kerajinan yang cantik. Bila dirunut dari sejarahnya, makrame diyakini berasal dari tradisi ikat simpul para penenun Arab sejak abad ke-13. Pada masa itu, orang-orang gemar mengikat sisa kain yang berlebih pada bagian ujung, seperti misalnya pada syal atau kerudung. 

Kini, meskipun makrame sudah banyak diperjualbelikan, kamu bisa lho membuat makrame sendiri di rumah sembari mengisi waktu luang di akhir pekan, apalagi selama masa quarantine days. Yuk, coba kreasikan makrame sesuai keinginanmu sendiri #DariRumah!

Tips Memilih Tali

Pemilihan tali pada proses pembuatan makrame penting dilakukan karena bergantung pada tujuan makrame itu dibuat. Mengutip dari dekoruma.com, terdapat tiga jenis lilitan tali makrame, yakni lilitan berkepang, tiga lilitan, dan satu lilitan. Jika kamu ingin membuat jumbai, kamu bisa mengurai tali-tali tersebut dengan menyisir bagian ujungnya kemudian merapikannya.

Sumber: Unggahan Instagram @holmmademacrame

Jika hanya diperuntukkan sebagai dekorasi ruangan, kamu bisa menggunakan tali satu lilitan yang berukuran kecil dan berbahan katun yang lembut. Namun, apabila ingin membuat makrame sebagai hiasan gantung sekaligus tempat menaruh pot kecil berisi tanaman, lebih baik memilih tali yang berukuran lebih besar, bisa tali berjenis tia lilitan ataupun lilitan berkepang. Pilihlah tali yang berbahan nylon agar kuat menahan pot  ketika digantung. 

Berlatih Pola Simpul

Ada banyak sekali pola simpul yang dapat dirangkai pada tali untuk membuat makrame. Dalam prosesnya, dikenal sebutan teknik dasar yang merupakan simpul awal pada setiap karya makrame. Nah, dikutip dari julajuli.com pada langkah awal ini juga dikenal beberapa macam simpul dasar, seperti simpul jangkar, pangkal, baling-baling, laso, dan tiang.

Sumber: Unggahan Instagram @holmmademacrame

Setelah berhasil melakukan simpul dasar, barulah mulai pada pola simpul berikutnya yang bisa dikombinasikan dengan pola simpul lain. Lama tidaknya pembuatan sebuah makrame bergantung pada ukuran yang akan dibuat dan pola simpul. Jika hanya berukuran 30—50cm dan dengan pola simpul yang sederhana akan dapat diselesaikan dalam waktu satu hari. Namun jika ukurannya lebih besar dan pola yang lebih variatif, maka waktu pengerjaannya pun menjadi lebih lama.

Nah, jadikan kegiatan membuat makrame ini sebagai ajang relaksasi agar terbangun suasana yang santai. Tantangan dari pembuatan makrame ini adalah pola simpulnya yang bersifat repetisi. Artinya, kamu harus melakukan satu pola tersebut pada sejumlah tali secara terus-menerus. Kegiatan ini sangat cocok jika kamu ingin melatih kesabaran dan ketekunan sehingga semua rasa lelah terbayar saat makrame telah selesai dibuat. 

#darirumah

Bagaimana? Apa kamu sudah tertarik membuat makrame sendiri bersama keluarga? Kalau kamu penasaran ingin mencobanya tapi tidak menemukan tali yang cocok, kamu bisa mendapatkannya di aplikasi Titipku. Kamu bisa berselancar dan memilih jenis tali sesuai kebutuhanmu secara daring, lho. Atau, kamu juga bisa membeli makrame dari penjual karena Titipku mewadahi berbagai pelaku UMKM dengan beragam produknya. Dengan mengunduh dan menggunakan aplikasi Titipku, kamu juga ikut membantu para pegiat UMKM, apalagi kini banyak dari mereka yang terimbas karena virus Corona. Yuk, ajak keluarga belanja di Titipku #DariRumah!

 

Tinggalkan Balasan