Mari Tengok, Jenis-Jenis Keju Yang Perlu Kamu Tahu

Titipku – Keju memang punya banyak penggemar, meski ada juga yang tidak cocok dengan lidah orang Indonesia. Rasa gurihnya sangat khas, karena berbahan dasar susu yang sudah melalui proses difermentasi. Tak hanya keju utuh, keju sudah diolah menjadi berbagai varian makanan. Awalnya sering dipakai untuk campuran kue, semakin ke sini juga sudah diinovasi menjadi saus ayam goreng juga.

Saat lebaran, masyarakat Indonesia sudah biasa menyajikan kue-kue untuk para tamu yang datang. Kue kering keju pun tak jarang ditemui. Kastengel adalah yang paling terkenal. Lalu, apakah semua kue menggunakan jenis keju yang sama sebagai bahannya? Yuk, simak varian jenis keju sebagai berikut.

Keju Edam

Keju ini bentuknya tidak kotak seperti keju kebanyakan. Didesain bulat dan dilapisi oleh lilin berwarna oranye atau merah, membuat keju ini mudah dikenali juga. Bernama Edem, karena keju ini pertama kali dibuat di Edam, Holland Utara (Belanda Utara).

Keju edam adalah keju berjenis keas atau hard cheese. Dikutip dari detik.com, keju edam juga termasuk ke dalam keju tua, kering karena tidak banyak mengandung air. Disebut tua, karena proses fermentasinya yang panjang sehingga rasanya lebih kuat. Keju edam adalah jenis keju tua yang paling muda. 

Bahan dasar keju edam yaitu susu skim atau low fat, sehingga kandungan lemaknya tergolong rendah sekitar 28%, jika dibandingkan keju yang lainnya. Keju edam memiliki rasa yang lembut dan cenderung seperti kacang. 

Baunya juga tidak terlalu menyengat, karena memiliki kandungan lemak yang rendah. Keju inilah yang sering digunakan untuk membuat kue kering seperti kastengel, stik keju, nastar, dan lain-lain.

Keju Gouda

Keju Gouda juga berasal dari Belanda. Banyak yang menilai bahwa keju ini termasuk sebagai salah satu keju terlezat di dunia. Proses fermentasi keju Gouda berlangsung selama empat minggu, bahkan ada yang sampai satu tahun. Keju Gouda termasuk keju tua, di atas keju edam.

Keju gouda biasa berbentuk bulat dan berwarna kuning, di luarnya juga dilapisi lilin. Teksturnya keras, namun renyah jika disajikan dalam keadaan panas. Juga bisa meleleh sepeti keju mozzarella. Keju tua yang harnya memang mahal, keju gouda ini salah satunya. Tapi keju ini bisa untuk membuat kastengel terenak. Selain kastengel, keju goude juga sering dipakai untuk toping salad dan kaserol.

Keju Parmesan

Keju Permesan berasal dari Parma, Italia dan termasuk ke dalam jenis keju padat atau hard cheese. Bahan dasar keju ini yaitu susu sapi dan berwarna kuning pucat. Umumnya, proses fermentasinya selama tiga bulan, ada juga yang sampai satu tahun.

Biasanya, keju parmesan dijual dalam bentuk bubuk. Keju ini sering digunakan sebagai taburan keju pada spaghetti, pizza, salad, pasta, dan beberapa kue kering. Keju ini juga sangat baik dipakai untuk membuat kastengel.

Keju Cheddar

Keju cheddar dalah salah satu jenis keju yang paling popular. Di Indonesia pun, masyarakat sudah lebih banyak familiar dengan jenis keju ini. Meski asalnya dari Desa Cheddar di Somerset, Imggris. Bahan dasarnya adalah susu sapi dan termasuk ke dalam keju keras.

Jika keju cheddar masih “muda”, warnanya terlihat kuning pucat dan tidak terlalu keras. Tapi jika sudah semakin tua, maka warnanya akan semakin mengunging dan teksturnya semakin keras. Kandungan lemak dalam keju cheddar sebanyak 48%. Umumnya digunakan sebagai bahan dasar utama kue-kue dan makanan lainnya.

Keju Mozzarella

Ini juga, nih. Makanan dengan keadaan panas dan terdapat keju yang meleleh, bertekstur lembut dan elastis, maka keju yang digunakan adalah keju mozzarella. Keju ini berasal dari Italiadan terbuat dari susu sapi atau susu kerbau. 

Pizza dengan keju mozzarella diatasnya

Teksturnya lembut dan memiliki cita rasa yang creamy. Tak heran jika keju ini cocok digunakan sebagai toping makanan seperti pizza, lasagna, macaroni schotel, pasta, dan lain-lain. Keju mozzarella lebih nikmat disajikan dalam keadaan hangan. Mengingat jika sudah dingin, keju mozzarella akan mengeras kembali.

Baca juga: Resep Mac & Cheese Sederhana

Keju Emmental

Keju ini adalah jenis keju yang memiliki banyak lubang, seperti yang sering diilustrasikan di media-media. Keju emmental berasal dari Swiss dan berbahan dasar susu sapi mentah. Bernama Emmental, karena berasal dari lembah Emme di Canton Bern, Swiss. 

Lubang-lubang pada keju ini merupakan bekas gelembung gas karbondioksida yang diitimbulkan oleh bakteri Propionibacterium freudenreichii yang sudah mengonsumsi asam laktat. Keju ini mudah sekali meleleh. Oleh karena itu, keju ini biasanya dipakai untuk memasak quiche, fondue, roti lapis keju bakar, koserol, dan cheese burger. 

 Ragam jenis keju, ada beragam juga kegunaannya. Meski kemungkinan rasanya sama ketika sudah dipakai untuk bahan makanan. Tapi keju yang tepat, tentu akan membuat kualitas makanan semakin mantab.

#dirumahaja

Meski belum familiar, tapi keju-keju tersebut bisa didapatkan di pasaran Indonesia, lho. Mengingat masyarakat Indonesia yang juga semakin gemas membuat olahan makanan rasa keju. Selama #DiRumahAja, pasti juga banyak yang membuat olahan makanan dengan keju. Apalagi dengan teknologi saat ini, informasi resep dan belanja pun bisa lebih mudah. 

Yuk, cek di Aplikasi Titipku yang mana Kamu bisa titip beli keju di UMKM-UMKM terdekat. Belanja di Titipku juga bisa jadi kontribusimu mendukung UMKM Indonesia, lho. Ayo belanja di Titipku.

Rewrite: medium.com – ragam jenis keju, detik.com

 

Tinggalkan Balasan