Filosofi dan Cara Membuat Bubur Merah Putih

bubur, merah putih, bubur merah putih, filosofi, resep

bubur, merah putih, bubur merah putih, filosofi, resep

Bicara soal Bulan Kemerdekaan, tak lengkap rasanya jika tidak membahas hal-hal yang berbau warna bendera kebangsaan, yakni merah putih. Tahukan Bund, kalau di Indonesia ini ada satu jenis kuliner yang memadukan warna merah dan putih? Nama hidangan tersebut adalah bubur merah putih.

Bubur merah putih ini juga kerap disebuat sebagai bubur sengkolo. Bahan utamanya terbuat dari beras ketan. Disebut merah dan putih karena bubur ini memadukan bubur ketan dengan campuran gula merah atau gula aren dan bubur ketan polos putih. Bubur ini pun dinikmati dengan kuah santan.

FILOSOFI BUBUR MERAH PUTIH

Dalam tradisi Jawa, di berbagai acara selamatan biasanya akan ada bubur merah putih. Melansir dari Fimela.com, bubur merah putih mengandung makna dan filosofi sendiri. Di kalangan masyarakat Jawa, bubur merah putih dibuat sebagai simbol untuk menolak bala atau menghindarkan manusia dari kesialan atau keburukan. Maka tak heran jika bubur merah putih kerap dibuat dan disajikan pada acara seperti bayi yang baru lahir, perayaan ulang tahun, acara pernikahan, musim panen, bentuk rasa syukur terhindar dari kecelakaan, dan sebagainya.

Dalam acara bancakan, tasyakuran, atau selamatan, bubur merah putih akan disajikan dan dibagikan setelah selesai menghaturkan doa dan harapan kepada Yang Maha Kuasa. Membagikan bubur merah putih juga bisa meningkatkan silaturahmi ke para tetangga dan saling berbagi kebahagiaan serta doa untuk saling jaga diri.

Warna merah dan putih juga konon diyakini melambangkan keberanian dan kesucian. Merah sebagai simbol keberanian dan putih sebagai simbol kesucian. Dalam acara kelahiran bayi atau pemberian nama, bubur ini menyimbolkan harapan agar anak nantinya tumbuh menjadi pribadi yang berani dan selalu bertindak di jalan yang suci (benar dan baik).

Ada juga mitologi Jawa yang menyebutkan bahwa bubur putih merupakan simbol bibit dari ayah dan bubur merah merupakan simbol bibit dari ibu. Saat disatukan dalam satu wadah, maka ada simbol penyatuan dan hadirnya manusia baru.

RESEP BUBUR MERAH PUTIH

Bahan yang Dibutuhkan
  • 250 gr beras
  • 200 gr gula merah/aren (larutkan dengan 100 ml air)
  • 1500 ml santan
  • 2 sdm gula pasir
  • 1 sdt garam
  • 2 lembar daun pandan
  • 1/2 sdt kapur sirih
Cara Membuat
  • Cuci bersih beras. Masukkan ke wadah besar. Tambahkan santan, daun pandan, dan garam. Masak dengan api sedang hingga mendidih.
  • Sambil terus diaduk, masukkan gula pasir. Masak sampai bubur halus, kental, dan meletup-letup.
  • Ambil 1/2 bagian bubur putih. Sisihkan. Lanjutkan masak sisa buburnya.
  • Tambahkan larutan gula merah yg telah disaring dan kapur sirih ke dalam bubur yang masih dimasak. Aduk hingga rata dan meletup-letup. Jika warnanya sudah merah kecokelatan secara merata, matikan api.
  • Sajikan bubur merah di piring, lalu tuangkan bubur putih. Anda bisa menghiasnya seperti bendera (sebelah bagian masing-masing) atau seperti pulau, di mana bubur putih ada di tengah bubur merah.

*****

Tertarik untuk membuat? Nggak usah repot belanja bahannya langsung ke pasar. Titipkan saja belanjaan Anda di Titipku. Anda tinggal pilih produk yang dipesan lewat smartphone, bayar secara cashless, lalu sudah, Anda tinggal tunggu Jatiper mengantarkan pesanan Anda. Praktis dan aman tentunya. Download aplikasi Titipku di sini.

Tinggalkan Balasan