Trik Menyimpan Bahan di Dapur Supaya Tetap Sehat

bahan, dapur, kitchen, bahan di dapur, di dapur

bahan, dapur, kitchen, bahan di dapur, di dapur

Dapur sudah oke, tapi penyimpanan makanannya nggak oke. Kira-kira dampaknya apa ya Moms? Kalau MinTip sih membayangkan akan ada bau tidak enak yang akan mengelilingi dapur. Tak hanya itu, makanan akan tidak awet juga jika kita salah dalam menyimpan bahan di dapur.

Menyimpan bahan di dapur agar tetap sehat tidak sekadar hanya dicuci lalu disimpan di kulkas. Dalam kebijakan restoran ada yang disebut Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang berisi pedoman penyimpanan makanan agar lebih sehat dan menjaga citarasanya.

Mengutip dari Kumparan, berikut adalah cara menyimpan bahan di dapur yang sehat dan tepat.

  1. Bersihkan Bahan Makanan

Sebelum masuk ke tempat penyimpanan atau kulkas, ada baiknya bersihkan bahan makanan yang baru dibeli. Apalagi jika bahan tersebut berasal dari pasar tradisional, sebab kita tidak tahu bagaimana tiap pedagang menjaga higienitas produk di pasar.

Seusai belanja, pastikan tidak ada tanah yang masih menempel di bahan belanjaan. Misal daun bawang, jika di akarnya masih ada tanah, itu harus dipotong dan di cuci sampai bersih. Kentang itu juga tidak boleh ada pasir yang menempel, harus dicuci bersih baru disimpan. Hal-hal ini tampak melelahkan tapi harus dibiasakan agar bahan pangan yang dikonsumsi sehat dan tidak tercampur bahan yang sebenarnya tidak layak dikonsumsi.

  1. Pisahkan Bahan Sesuai Jenisnya

Tips selanjutnya adalah pisahkan bahan makanan sesuai jenisnya. Setelah dicuci bersih, maka Anda perlu memisahkan bahan makanan, dan jangan sampai tercampur. Karena, bahan makanan bisa mengkontaminasi satu sama lain sehingga cepat membusuk. Beda makanan, beda tempat penyimpanannya. Sebaiknya jangan bungkus dengan kertas koran, karena koran kan ada tintanya. Simpanlah dalam container yang food grade. Lalu susun rapi di kulkas.

Lalu, jangan tempatkan daging ayam mentah dengan ayam matang di satu tempat. Pencampuran daging ini bisa menyebabkan cross-contamination yang menyebabkan daging menjadi beracun dan berbahaya bagi kesehatan kita. Pisahkan masing-masing daging di tempat tertutup rapat.

  1. Tempat Penyimpanan Harus Sesuai Standar

Kita juga harus memperhatikan standar tempat penyimpanan. Misalnya kulkas, dikatakan chef Deden, suhunya minimal 5 derajat celcius. Sementara untuk rak penyimpanan tidak boleh bersentuhan dengan lantai. Harus 15 sentimeter dari lantai, dan jangan menggunakan bahan dari kayu. Bahan kayu bisa menjadi medium untuk hama berkembang biak; bisa rayap, bisa kecoa, biasa apapun. Jadi bolehnya pakai plastik, stainless, atau karbonat. Kemudian, rak tidak boleh menempel ke dinding, jaraknya harus 10 sentimeter, dengan atap juga harus ada jarak 15 sentimeter.

  1. Berikan Label Tanggal Penyimpanan

Makanan di kulkas paling lama disimpan tiga hari. Tapi kalau mau disimpan lebih lama, setelah tiga hari sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu dengan suhu standar 74 derajat celcius dalam rentang waktu dua jam. Barulah, masukkan lagi ke dalam kulkas. Agar Anda bisa mengetahui makanan tersebut sudah berapa lama di kulkas, maka chef Deden menyarankan untuk beri label tanggal. Tulislah tanggal, bulan, tahun, dan jenis makanannya.

  1. Teknik Memanaskan

Sebelum dipanaskan, jika makanan berasal dari freezer sebaiknya dilelehkan terlebih dahulu. Ada teknik melelehkan yang dipercepat. Caranya, guyur makanan di bawah air mengalir hingga meleleh. Ini boleh, hanya saja karena ini teknik yang dipercepat, maka makanannya tidak boleh disimpan lagi. Soalnya, makanan tersebut sudah terkontaminasi karena suhunya kurang dari lima derajat celcius.

*****

Itu Moms, perlu diperhatikan ya kalau jangan menyimpan bahan masakan terlalu lama di kulkas, dan jangan mencampur adukkan bahan makanan di satu tempat agar tidak terjadi cross-contamination. Dengan penataan ini, bisa dipastikan bahan akan segar, sehat, citarasanya terjaga, dan dapur tidak bau tidak sedap.

Pastikan Moms mengecek secara berkala produk makanan yang disimpan, jika sudah lama saatnya memasok dengan bahan yang segar. Bahan yang segar bisa didapat di Titipku. Di sini, banyak pedagang pasar yang siap memenuhi aneka kebutuhan belanja Anda. Download Titipku di sini!

Tinggalkan Balasan